AS, Bani Saud dan Bani Isra’il, Tiga Poros Kejahatan

ARN0012004001511233_AS_Bani_Saud_Bani_Israel_3_Poros_Kejahatanby Zafar Bangash

"AS, Bani Saud dan Bani Isra'il adalah Tiga Poros Kejahatan . Dalam kasta piramida, Bani Isra'il duduk bertengger di atas, AS berada di tengah sementara Bani Saud, berada di dasar piramida sebagai budak".

Arrahmahnews.com - Ini adalah musim sumbu. "Poros perlawanan" menghadapi "sumbu agresi." Sumbu perlawanan dipimpin oleh Republik Islam Iran menghadapi sumbu agresi yang dipimpin Zionis-AS. Sementara tuduhan yang dilemparkan terhadap negara atau kelompok yang menentang agresi AS-Zionis, dicap sebagai kelompok teroris atau negara pendukung teroris. Sumbu nyata kejahatan adalah Amerika Serikat, Bani Saud dan Bani Isra'il yang menyebabkan malapetaka di timur tengah dan dunia pada umumnya. ARN0012004001511232_AS_Bani_Saud_Bani_Israel_3_Poros_Kejahatan Rezim Bani Saud yang memimpin di Semenanjung Arab (named “Saudi” Arabia in violation of the Prophetic Sunnah) memang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan rezim Zionis di tanah pendudukan-Palestina. Akantetapi tidak ada skat yang menutup hubungan antara dua entitas yang tidak sah. Hubungan ini bahkan meluas ke hubungan pribadi dan keluarga. Misalnya, ketika Arial Sharon, mantan perdana menteri Israel tewas pada Januari 2014 setelah koma selama hampir delapan tahun, Raja Abdullah mengirim pesan belasungkawa kepada keluarganya dan orang-orang Israel.

Sharon adalah kiriminal perang, dengan prestasi pembunuhan puluhan ribu orang Palestina, wanita dan anak-anak selama menjadi perdana menteri Israel. Apakah ada yang pernah mempertimbangkan mengirim pesan belasungkawa atas kematian Adolf Hitler? Dan apakah ada catatan Abdullah mengirimkan pesan belasungkawa kepada ratusan ribu korban Zionis atau agresi Amerika di seluruh dunia?

Di luar hubungan pribadi, kebijakan mereka telah menyebabkan malapetaka di timur tengah. Sepanjang tahun 1980-an (1980-1988) AS, Bani Saud dan Bani Isra’il membantu, bersekongkol dan membiayai perang yang dikobarkan oleh diktator Irak Saddam Hussein untuk memberangus revolusi islam Iran yang dipimpin Khomeini. AS memberikan informasi intelijen kepada Irak, serta menyuplai bahan untuk membuat senjata kimia dan biologi serta dukungan politik dan diplomatik. Bani Saud membiayai perang melawan Islam Iran dengan menggelontorkan dana $ 100 miliar. Hasilnya adalah kehancuran infrastruktur Iran serta kematian jutaan orang di kedua negara tersebut.

Dua dekade kemudian, Bani Saud bergabung dengan Amerika dan Zionis dalam menghancurkan Irak dan berharap untuk melakukan hal yang sama di Suriah, Lebanon dan sejumlah negara lain termasuk Republik Islam Iran. Tetapi setelah melepaskan serigala-serigala al-Qaeda,Jabha Nusra dan ISIS (Teroris Takfiri), Bani Saud belum banyak berhasil. Bani Saud, AS dan Zionis mengambil keuntungan besar dalam eskalasi besar-besar pembunuhan muslim yang tidak bersalah baik di Suriah maupun Irak. Serangan terbaru mereka di Yaman hanya mengakibatkan pembunuhan warga sipil tak berdosa dan penghancuran infrastruktur negara termiskin di dunia Arab.

Berapa banyak pesawat, tank atau senjata telah diberikan Bani Saud kepada Palestina yang tertindas untuk mengakhiri pendudukan Bani Isra’il di tanah Palestina? Sebalik kenapa Bani Saud begitu tertarik menyerang penduduk miskin Yaman atau orang-orang muslim Irak dan Suriah? Penahkah Bani Saud memberikan dukungan kepada orang-orang tertindas di seluruh dunia? 

Justru catatan pengkhianatan mereka terhadap islam sudah mendarah daging dalam jiwa mereka dan berjalan dalam darah mereka. Mereka adalah produk dari intrik Inggris untuk melayani kepentingan kolonial dan mereka terus melakukan fungsi hingga saat ini. Rezim Saudi telah menjalankan semua agenda tuannya (AS-Zionis) dengan menghancurkan situs warisan Islam dan menggantinya dengan gaya Barat monstrositas beton dan baja.

Hal ini penting untuk memahami hubungan antara Bani Saud, AS dan Bani Isra’il. Ini bukan hubungan yang setara, kesetaraan itu tidak pernah ada. Bani Saud adalah budak; mereka melakukan apa yang diperintahkan Amerika dan Zionis. Kekayaan minyak mereka, yang diperkirakan lebih dari $ 1 triliun ditempatkan di kanal-kanal penyimpanan minyak AS dan Isra’il. Bahkan pemberian minyak besar-besaran itu layaknya seperti asuransi untuk menjaga dan menyenangkan AS dan Tel Aviv, sehingga mereka tidak akan membuang raja-raja Saudi dari kekuasaan.

Bani Saud menyimpan kekayaan minyaknya ke bank-bank di AS. Sementara AS menggunakannya untuk memproduksi senjata dan kegiatan intelijen, sedangkan sebagian besar orang di Jazirah Arab terus menderita kemiskinan dan kurangnya kesempatan kerja. Bani Isra’il juga meraup miliaran dolar dari AS untuk terus memperkaya diri sendiri serta mendapatkan senjata untuk menjaga Palestina di bawah perbudakan.

Dengan demikian, hirarki dalam hubungan ini adalah sebagai berikut: Bani Isra’il duduk di atas, AS di tengah sementara Bani Saud kapal berada di dasar piramida sebagai budak. Maka masih pantaskah kita menyebut Arab Saudi sebagai negara Islam? atau Bani Saud adalah musuh Islam yang sebenarnya?

[by Zafar Bangash/ARN]

Sumber : http://www.crescent-online.net/2015/05/the-axis-of-us-banu-saud-and-banu-israil-zafar-bangash-4950-articles.html

About ArrahmahNews (12171 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on AS, Bani Saud dan Bani Isra’il, Tiga Poros Kejahatan

  1. Reblogged this on ahriblogs.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: