News Ticker

Dinasti Al-Saud Berada di Ujung Tanduk

"Saudi" adalah kerajaan vulgar. "Kasus Mohammad bin Salman, Menteri Pertahanan dan Wakil Putra Mahkota Arab Saudi. Saat dia berbulan madu tanpa istri pertamanya", saat itu angkatan udara Saudi membunuh ribuan warga Yaman yang tidak bersalah, dan tentara "Arab" mati dalam pertempuran di perbatasan. Banyak tentara "Arab" lebih memilih untuk melarikan diri daripada melawan. Mengapa dinasti "Al-Saud" sekarat?
Arrahmahnews.com- Menteri Pertahanan "Arab" dan Wakil Putra Mahkota Salman bin Mohammad berbulan madu di Paris saat peperangan berkecamuk di sepanjang perbatasan dengan Yaman. Ini bukan pernikahan pertamanya. Dalam tradisi Badui, mempersunting banyak istri sesuatu yang wajar. Kakeknya, Abd al Aziz bin Saud memiliki 23 istri.  Badui Najdi mengklaim dirinya mengikuti Al-QuARN0012004001511223_Badui_Najdr'an dan Sunnah, tetapi Al-Qur'an mana yang mengatakan bahwa seseorang diperbolehkan memiliki istri lebih dari empat?  Bin Salman diangkat sebagai Menteri Pertahanan hanya karena ia kebetulan putra raja, dan posisi sebagai wakil putra mahkota juga untuk alasan yang sama.  Terlepas dari membunuh banyak warga sipil tak berdosa di Yaman serta menghancurkan infrastruktur, Badui Najdi belum mencapai satupun tujuan mereka. 

Para pejuang Ansarullah Houthi sekarang telah menyerang balik. Mereka tidak hanya meluncurkan serangan roket ke kota-kota di perbatasan tetapi juga menguasai pegunungan al-Tuwal di wilayah Jizan barat daya Arab Saudi. 

Saluran TV Yaman al-Masirah melaporkan bahwa pejuang Ansarullah dan pasukan tentara Yaman memasuki daerah pegunungan dekat perbatasan dengan Yaman hari ini. 

Keberhasilan mereka terbilang spektakuler karena “Saudi” telah mengumpulkan sejumlah besar tank dan peralatan militer lainnya di wilayah perbatasan tersebut. 

Menurut al-Masirah, beberapa kendaraan militer Saudi dan sejumlah amunisi hancur dalam serangan tersebut. Ada laporan bahwa tentara “Arab” melarikan diri dari TKP saat melihat para pejuang Ansarullah mendekati perbatasan. 

Operasi al-Tuwal yang dilakukan para pejuang Ansarullah telah menewaskan sedikitnya 18 tentara Saudi dalam serangan roket di pangkalan militer di Najran dan Dhahran al-Janub. 

Sementara “Saudi” telah mengumpulkan hampir 150.000 tentara di perbatasan dengan Yaman, tentara mereka sangat tidak kompeten. Sebaliknya, mereka telah menyewa jasa tentara bayaran dari Senegal dan Sudan.

Upaya yang dilakukan Badui Najdi untuk merekrut tentara Pakistan dan Mesir telah gagal. Jenderal Abdel Fattah el Sisi tidak ingin mengambil risiko dengan mengirimkan pasukannya untuk melawan Yaman. 

Pengalaman pahit awal tahun enam puluhan masih segar dalam pikiran Mesir ketika sekitar 50.000 tentaranya tewas dalam perang Yaman. [ARN]

About ArrahmahNews (14656 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

5 Comments on Dinasti Al-Saud Berada di Ujung Tanduk

  1. Baguslah biar ancur tuh wahabi annajdi

  2. Agusd Sulthon // Jun 6, 2015 at 11:44 am // Balas

    Alloh Maha tau dan Maha Melihat, maha Kuasa Atas Segala-galanya, Sebagai muslim kami takkan rela bila Al Haromain di injak” oleh penguasa lalim badui an-Najdi bani saud. bani saud tidak pantas sebagai khodim Al-Haromain…
    Betapa Arab Saudi sebagi negara ‘petro dollar’ kekayaannya hanya digunakan mendukung kepentingan Barat, Amerika, Eropa dan Zionis yang terus melakukan penghancuran terhadap Muslim di negeri-negeri Muslim.
    Raja Abdullah menggelontorkan miliaran dollar kepada Marsekal Abdul Fattah al-Sisi, menggulingkan Presiden Mesir Mohamad Mursi. Mursi dipilih secara bebas rakyat Mesir, melalui sebuah pemilu.
    Semoga Alloh Membukakan hidayah dan memberikan kekuatan bagi muslimin di timur tengah untuk menentang kebijakan korup penguasa assu’udiyah…
    Ya Jabbar…….Ya Qohar…… Allohumma Fariq Jam’ahum, allohumma Badid Samlahum

  3. Saudi sudah di manjakan oleh minyak sepertinya melihat pasukannya pada kabur takut mati

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: