HRW; UU Baru Myanmar akan Memicu Ketegangan Etnis dan Agama

ARN0012004001511227_HRW_UU_Baru_Myanmar_akan_Memicu_Ketegangan_Etnis_dan_AgamaArrahmahnews.com - Sebuah badan internasional pengawas hak asasi manusia mengecam undang-undang baru Myanmar, menduga itu akan membahayakan populasi Muslim Rohingya.
Dilansir Press TV, undang-undang baru yang diteken Presiden Thein Sein itu mewajibkan wanita Myanmar menjaga jarak kelahiran anak selama 3 tahun.
Wakil Ketua Human Right Watch untuk Asia Phil RObertson mengatakan, "Ini akan memperparah ketegangan etnis dan agama. Kami menduga Muslim Rohingya di Rakhine akan jadi target utama undang-undang ini."Dia menilai undang-undang bertolak belakang dengan seruan dunia untuk "rekonsiliasi dan menghargai hak di Rakhine".

Beberapa minggu silam, ribuan warga Rohingya dan Bangadesh melarikan diri dengan perahu-perahu, menuju wilayah Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyebutkan setidaknya 3.000 Muslim Rohingya masih terdampar di Laut Andaman.

Pemerintah Myanmar tidak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara dan menyebut mereka pengungsi ilegal. [ARN] 

About ArrahmahNews (12216 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: