News Ticker

RSF; Erdogan Harus Berhenti Mengancam Wartawan

Arrahmahnews.com - Reporters Without Borders meminta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk berhenti mengancam wartawan dan ikut campur dalam urusan sistem peradilan negara.

Pada hari Senin, advokasi pers dunia, yang dikenal dengan singkatan RSF Perancis, mengutuk Erdogan yang secara terbuka telah mengancam harian oposisi "Cumhuriyet" setelah mem-publish video yang konon menunjukkan truk milik badan intelijen negara yang diduga membawa senjata ke militan Takfiri di Suriah.

"Kami meminta presiden untuk menghentikan ancamaman terhadap media dan berhenti ikut campur dalam sistem peradilan negara, dan kami memanggil kejaksaan Istanbul untuk segera menutup penuntutan kasus ini" kata Johann Bihr, kepala RSF Eropa Timur dan Asia Tengah.
Pada tanggal 31 Mei, Erdogan menuduh editor Dundar sebagai "mata-mata" dan bersumpah bahwa ia "tidak akan lolos begitu saja."

Polisi Turki berbicara dengan penjaga keamanan di luar gedung harian Cumhuriyet pada tanggal 14 Januari 2015, di Istanbul. (© AFP)

Sementara itu, Kemal Kilicdaroglu, pemimpin oposisi Turki Partai Rakyat Republik (CHP), Senin mengecam Erdogan yang secara terbuka mengancam wartawan, dan mengatakan reaksi lebay Erdogan menunjukkan kelemahan pemerintahannya.

Kemal Kilicdaroglu, pemimpin oposisi Turki Partai Republik Rakyat (CHP)

“Untuk pertama kalinya, seorang presiden secara terbuka mengancam wartawan. Hal ini menunjukkan ketidak mampuan Erdogan. Bahkan, dia yang harus meminta maaf kepada rakyat Turki karena telah menipu dan berbohong” kata pemimpin CHP.

Erdogan berargumen bahwa rekaman tersebut menimbulkan banyak pertanyaan, sementara itu, Kemal Kilicdaroglu balik mengatakan, yang perlu dipertanyakan adalah dari negara mana saja senjata-senjata ini datang ke Esenboga [Bandara di Ankara]? dan berapa kali ini terjadi? Apa yang sedang dilakukan truk-truk itu dengan munuju perbatasan Turki-Suriah? Seharusnya Erdogan mempertnyakan kegiatan badan intelijen negara (MIT), kalau dia benar-benar tidak terlibat dalam masalah ini?

Erdogan menuduh pendukung saingannya, Fethullah Gulen, terlibat dalm bocornya video tersebut di media, mengatakan mereka merekayasa video tersebut, untuk melemahkan pemerintahannya.

Gulen, yang tinggal di pengasingan di negara bagian AS di Pennsylvania sejak tahun 1999, telah membantah keterlibatannya. [ARN] 

About ArrahmahNews (14608 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

3 Comments on RSF; Erdogan Harus Berhenti Mengancam Wartawan

  1. er-DOG-an memang mesin pembunuh dari luar suriah dan Irak dengan mendukung ISIS si wahabi salafi takfiri teroris.

  2. Erdogan Pengkhianat Persatuan Islam

  3. Reblogged this on Hidayatullah Garis Lurus and commented:
    RSF; Erdogan Harus Berhenti Mengancam Wartawan

1 Trackback / Pingback

  1. Hina Erdogan, Seorang Remaja Dipenjara | SalafyNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: