News Ticker

Mansur Hadi Tolak Negosiasi Damai dengan Ansarullah

ARN0012004001511360_Hadi_Tolak_Perundingan_Damai_Dengan_AnsarullahArrahmahnews.com - Mantan Presiden Yaman menolak pembicaraan damai dengan gerakan Ansarullah pada pertemuan yang akan datang di Jenewa.

Dalam pernyataannya yang disiarkan Televisi Al-Arabiyah, Senin, Abd Rabbuh Mansur Hadi mengatakan pertemuan di Jenewa hanya akan membahas resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan April lalu. Ansarullah harus menarik pasukannya dari daerah-daerah yang dikendalikannya.

Ini kedua kalinya Hadi mengesampingkan pembicaraan damai dengan Ansarullah. Pembicaraan damai pada awalnya dijadwalkan 28 Mei, kemudian ditunda setelah Hadi menolak untuk menghadiri pembicaraan.

PBB kemudian menetapkan tanggal baru dan menegaskan bahwa pihak yang bertikai untuk segera memulai perundingan pada 14 Juni di Jenewa. Perundingan ini sejatinya bertujuan untuk mengakhiri perang, dan meningkatkan transfer bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan di daerah yang terkena agresi Saudi.

ARN0012004001511358_Mansour_Hadi_Menolak_Pembicaraan_Damai_Dengan_Ansarullah

“Tidak akan ada negosiasi” Hadi menegaskan dalam wawancara dengan TV Al-Arabiyah. Ia juga menambahkan, “Pertemuan ini hanya akan menjadi mendiskusikan tentang bagaimana menerapkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216 tentang penarikan pasukan Ansarullah dari daerah-daerah yang dikuasai”.

Ketika ditanya dalam wawancara Al-Arabiya, apakah anda akan berdamai dengan Houthi, ia menjawab: “Tidak sama sekali.”

Pada pernyataan yang sama, buronan Mantan Perdana Menteri Yaman Khaled Bahah mengatakan kepada media Saudi bahwa pertemuan Jenewa sekedar proses “konsultasi”. Ia juga menambahkan “semua faksi politik akan kembali berdialog untuk melanjutkan proses politik, dan menyetujui rancangan konstitusi dan menyelenggarakan pemilihan. “

Pada hari Sabtu, Sekjen PBB Ban Ki-moon mendesak semua pihak dalam konflik Yaman “untuk terlibat dalam konsultasi tersebut dengan itikad baik dan tanpa pra-kondisi untuk kepentingan semua orang Yaman.”

Ban juga menyerukan gencatan senjata untuk kemanusiaan, “penderitaan penduduk Yaman, sebagai akibat dari meningkatnya eskalasi konflik secara dramatis.”

Arab Saudi meluncurkan agresi penuh ledakan terhadap Yaman dengan Operasi “Badai Tegas” pada 26 Maret, tanpa mandat PBB. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 2.000 warga Yaman telah tewas akibat serangan Saudi. Sumber Yaman memperkirakan jumlah korban tewas dari agresi Saudi jauh lebih banyak dari yang dikeluarkan PBB.

ARN0012004001511359_Korban_Sipil_Yaman

Foto ini diambil pada 21 Maret 2015, menunjukkan seorang anak Yaman yang terluka dalam serangan udara Saudi di ibukota di sebuah rumah sakit Sana’a. (AFP Photo)

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Stephen O’Brien menggambarkan situasi kemanusiaan di Yaman sebagai “bencana”, sementara menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan lebih dari 80 persen dari 25 juta penduduk Yaman yang sangat membutuhkan bantuan. [ARN] 

About ArrahmahNews (14608 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: