News Ticker

James H. Fetzer; Arab Saudi Pasung Demokrasi di Yaman

ARN0012004001511367_James H. Fetzer_Saudi_Pasung_Demokrasi_Di_YamanArrahmahnews.com - James H. Fetzer, seorang filsuf dan analis politik Amerika menyayangkan tindakan intervensi Saudi atas bantuan kargo kemanusiaan Iran untuk Yaman, ia menggambarkan tindakan itu sebagai sesuatu yang "sangat menyedihkan dan sangat mengecewakan".

"Ini sangat tidak manusiawi di saat mereka (Iran) berusaha untuk mendukung rakyat sipil Yaman dengan bantuan kemanusiaan, rezim diktator Al-Saud justru menghalang-halangi dan tidak mengizinkan kapal Iran merapat di Hudaydah. Ini sangat menyedihkan dan sangat mengecewakan serta menunjukkan bahwa bangsa di dunia tidak bisa berbuat apa-apa di saat Yaman menghadapi bencana kemanusia", kata Prof. James H. Fetzer dalam sebuah wawancara telepon dengan Fars News Agency.

"Sejak penobatan raja baru di Arab Saudi, ia telah menjadi sangat agresif, brutal dan merugikan kawasan, yang paling jelas adalah merugikan rakyat Yaman," tambahnya.

Sejak awal intervensi militer koalisi yang dipimpin Saudi pada tanggal 26 Maret, upaya negara-negara lain untuk membantu rakyat Yaman yang dilanda krisis, telah diblokir oleh pasukan Arab Saudi.

ARN0012004001511366_James H. Fetzer_Saudi_Pasung_Demokrasi_Di_YamanJames Fetzer, seorang Profesor Emeritus di University of Minnesota Duluth, menyesalkan kegagalan PBB dalam mengatasi krisis di Yaman, bahkan ketidak mampuan PBB untuk menghantikan invansi Saudi.

“Mereka para pemimpin Houthi adalah gerakan rakyat yang sedang mencari demokrasi dan kebebasan di negaranya. Seharusnya AS berdiri di sisi Houthi bersama rakyat Yaman, bukan di sisi rezim despotik Saudi”, kata Fetzer.

Dia juga menambahkan sikap PBB cukup keterlaluan, PBB tidak mengambil sikap membela Houthi dan mengutuk keberutalan Saudi”.

Prof. Fetzer berpendapat bahwa rezim-rezim Arab otoriter di Teluk Persia akan menjadi pecundang dari munculnya demokrasi di Yaman.

“Saya berpikir bahwa rezim otoriter di Timur Tengah tidak ingin melihat adanya demokrasi, bahkan di negara kecil seperti Yaman, karena saya pikir itu akan menjadi contoh buruk bagi rakyat di negara-negara mereka sendiri yang mungkin ingin berpikir bahwa demokrasi adalah ide yang baik, sehingga mereka berusaha untuk menekan dengan tegas (terhadap pemerintah) dan secepat mungkin.”

Saudi takut bahwa pemerintahan demokratis yang baru di Yaman akan membahayakan hegemoni regional. [ARN] 

About ArrahmahNews (14639 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: