News Ticker

Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Lakukan Kejahatan Seksual di Haiti

ARN0012004001511386_Pasukan_Penjaga_Perdamaian_PBB_Lakukan_Kejahatan_Seksual_Di_HaitiArrahmahnews.com - Penjaga perdamaian yang dikerahkan PBB di Haiti terlibat dalam "transaksional" hubungan seksual dengan lebih dari 200 perempuan dan beberapa diantaranya di bawah umur.

Menurut Kantor Layanan Pengawasan Intern (OIOS) dan laporan yang diperoleh Associated Press, sepertiga dari kasus eksploitasi seksual terjadi pada anak di bawah umur.

Kejahatan seksual ini, terungkap setelah peneliti mewawancarai 231 orang di Haiti yang mengaku mereka dipaksa untuk melakukan tindakan seksual dengan pasukan penjaga perdamaian PBB, hanya untuk mendapatkan makanan dan obat-obatan serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

"Umumnya para korban adalah perempuan pedesaan, kelaparan, kekurangan tempat tinggal, perawatan bayi, obat-obatan dan barang-barang rumah tangga, yang memicu kejahatan seksual", kata laporan itu.

Sedangkan Mereka yang tinggal di kota atau di sekitarnya menerima kejahatan seksual dengan imbalan "sepatu, ponsel, laptop dan parfum, serta uang", tambahnya.

“Beberapa wanita juga ditahan oleh pasukan penjaga perdamaian dan diancam akan diungkap perselingkuhan mereka melalui media sosial,” kata laporan itu.

PBB secara eksplisit melarang “pertukaran uang, pekerjaan, barang atau jasa untuk seks”, dan menghambat hubungan antara staf PBB dan orang-orang yang berada di bawah perawatan mereka. Namun, hanya tujuh dari korban yang diwawancarai “tahu tentang kebijakan PBB, yang melarang eksploitasi seksual dan penyalahgunaan”, kata laporan itu.

Laporan itu tidak menyebutkan kapan mulai terjadinya kejahatan seksual, diduga kejahatan itu dimulai sejak 7000 misi penjaga perdamaian PBB di Haiti bekerja pada tahun 2004. Penyelidikan juga tidak menyebutkan jumlah pasukan penjaga perdamaian yang terlibat.

Laporan itu mengatakan bahwa tidak adanya tindakan kongkrit yang diambil PBB atas kejahatan tersebut.  Rata-rata investigasi OIOS memakan waktu lebih dari satu tahun, menurut AP.

Pelecehan seksual oleh pasukan penjaga perdamaian telah merusak kredibilitas misi mereka. Setidaknya ada 125.000 pasukan penjaga perdamaian PBB yang tersebar di seluruh dunia. Kamboja, Mozambik, Bosnia, Sudan dan Kosovo juga termasuk negara yang mengalami peningkatan pesat dalam prostitusi dan penyalahgunaan yang dilakukan pasukan penjaga perdamaian PBB.

Awal tahun ini saja, terungkap kasus perkosaan dan sodomi yang dilakukan oleh pasukan penjaga perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah, sebagian besar korban masih berusia 9 tahun.

Namun, jumlah kasus yang terdokumentasi pelecehan seksual dan eksploitasi anak di bawah umur hanya 51 kasus pada tahun 2014, turun dari 66 pada tahun sebelumnya, menurut laporan tahunan terbaru sekretaris jenderal PBB dalam masalah ini. [ARN] 

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: