News Ticker

Polusi Suara “Ngaji” Jadi Biang Konflik

ARN0012004001511389_Polusi_Suara_Jadi_Biang_KonflikArrahmahnews.com - MUI takut di hari mendatang permasalahan polusi suara akan menjadi biang konflik di masyarakat.

Pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang menilai suara mengaji dengan menggunakan Kaset di Masjid-masjid sebagai hal yang mengganggu dan dosa menuai kontroversi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum bisa menjawab apakah mengaji dengan bantuan kaset bisa mendapat pahala. Akan tetapi MUI akan respon permintaan fatwa baru dari Wakil Presiden, Jusuf Kalla. MUI takut di hari mendatang permasalahan polusi suara akan menjadi biang konflik di masyarakat.

"Kita harus bahas, jangan sampai jadi sumber konflik. Ya memang ada yang nyaman ada yang tidak nyaman. Yang nyaman mungkin yang merasa senang kalau mendengar suara AlQuran. Ada yang merasa terganggu, ada yang tidak," kata Wakil Ketua Umum dan Ketua Bidang Fatwa MUI, KH Maaruf Amin ketika dihubungi oleh merdeka.com, Senin (8/6).

Di sisi lain pembuatan fatwa memang bisa dipercepat, akan tetapi menjadwalkan pembahasan tidak bisa dalam waktu dekat. Pasalnya saat ini agenda MUI masih padat.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar pengelola masjid di Indonesia berhenti memutar kaset pengajian. Menurut Kalla, kebiasaan ini tidak membuahkan pahala bagi pemutarnya, tetapi justru menganggu warga sekitar.

“Permasalahannya yang ngaji cuma kaset dan memang kalau orang ngaji dapat pahala, tetapi kalau kaset yang diputar, dapat pahala tidak? Ini menjadi polusi suara,” kata Kalla saat menghadiri pembukaan Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia di Pondok Pesantren Attauhidiyah, Tegal, Jawa Tengah, Senin (8/6/2015).

Di samping itu, Kalla menilai bahwa pengajian di masjid setiap subuh sedianya tidak terlalu lama. Ia menilai cukup lima menit pengelola masjid mengaji dalam kurun waktu kurang lebih 30 menit sebelum masuk waktu subuh. Kalla juga menyampaikan bahwa aturan mengenai pengajian di masjid ini sudah diatur Dewan Masjid Indonesia.

“Di Indonesia ini, setiap 500 meter pasti ada masjid. Kalau orang jalan kaki dari rumah ke masjid, tidak lebih 10 menit. Jadi, tak usah bangunkan orang satu jam sebelumnya. Mengaji tidak boleh lebih dari lima menit,” ucap dia.

Selain itu, pengeras suara masjid sedianya tidak saling melampaui antara masjid satu dengan masjid lainnya. Jika jarak satu masjid dengan masjid lainnya 500 meter, Kalla berharap pengeras suara masing-masing masjid disetel untuk melampaui jarak 250 meter. [ARN] 

About ArrahmahNews (15852 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: