Amerika

19 Kelompok Rasis Beroperasi Di Carolina Selatan

Arrahmahnews.com, CAROLINA – Menurut Organisasi advokasi hak-hak sipil, sekitar 20 kelompok kebencian saat ini beroperasi di negara bagian Amerika, Carolina Selatan, dimana seorang pria kulit putih pada hari Rabu(17/6) kemarin menembak mati 9 warga keturunan Afrika Amerika di sebuah gereja kulit hitam.

Carolina Selatan adalah rumah dari 19 kelompok kebencian yang terkenal, termasuk dua faksi Ku Klux Klan dan 4 organisasi “nasionalis putih”. Hal ini dilaporkan NBC News pada hari Kamis(18/6) yang mengutip Southern Poverty Law Center.

roof

Dylann Roof, 21, dituntut pada hari Jum’at (19/6) kemarin atas tuduhan pembunuhan dalam sebuah serangan yang membunuh 9 jemaat kulit hitam di Charleston, Carolina Selatan. Media melaporkan bahwa pria itu berharap aksinya bisa memicu perang antar ras di AS.

“Lebih dari selusin kelompok terdaftar secara eksplisit dibuat berdasarkan kebencian rasial,” ungkap pihak Southern Poverty Law Center.

Dua cabang dari Liga Selatan yang menganjurkan warga bagian Amerika Selatan untuk memisahkan diri dari pemerintah dan penganjur budaya Aglo-Celtic, juga terletak di Carolina Selatan.

Websitenya menyatakan;” Jika kalian menganggap kami rasis, maka jawaban kami adalah, Lalu kenapa?”

Di antara para “nasionalis putih” itu, ada kelompok yang aktif di pemerintahan yaitu  Dewan Konservatif Citizens, yang menentang adanya integrasi ras maupun langkah-langkah serupa.

Kelompok rasis lainnya yang didaftar oleh kelompok hak-hak sipil adalah tiga sell neo-Nazi, kemudian sebuah bagian dari gerakan supremasi kulit putih dengan nama Konfederasi Hammerskins dan kelompok protes anti-imigrasi yang disebut Americans Have Had Enough.

Mengutip sumber penegak hukum, CNN melaporkan bahwa para pejabat kepolisian AS sedang menyelidiki serangan Roof atas tuduhan kejahatan rasial. Dan Roof mengakui serangan itu. Roof mengatakan bahwa ia bermaksud untuk berangkat konfrontasi ras baru dengan serangan tersebut,  .

Pembantaian yang dilakukan Roof ini terjadi di masa berkembangnya ketegangan rasial di Amerika Serikat, di mana kasus pembunuhan polisi terhadap laki-laki kulit hitam tak bersenjata telah memprovokasi kemarahan warga di seluruh negeri. [ARN] 

 

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.753 pelanggan lain

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: