News Ticker

Gerakan Ahrar Al-Najran Rebut Pangkalan Militer Saudi

Arrahmahnews.com - Gerakan oposisi Saudi, 'Ahrar al-Najran', yang sebelumnya memisahkan diri dari Saudi dan mendukung gerakan Ansarullah, kini mengumumkan bahwa mereka telah menguasai sebuah pangkalan militer di selatan Arab Saudi.

Ahrar al-Najran mengumumkan telah mengambil kontrol pangkalan militer Saudi yang berada di wilayah al-Masha'liya, wilayah selatan Najran.

ARN001200400151131117_Gerakan_Ahrar_Al_Najran_Ambil_Alih_Pangkala_Militer_Saudi

Peta wilayah Najran di perbatasan Yaman dan Saudi

Gerakan 'Ahrar al-Najran' juga mengatakan telah terjadi bentrokan keras antara pasukannya dengan militer Saudi sepanjang Sabtu kemarin di wilayah Khabash, 10 km dari pusat kota Najran.

Aktivis di wilayah Najran mengatakan kepada FNA bahwa beberapa tentara Saudi tewas selama konflik di wilayah pemukiman Najran.

Pasukan suku dan aktivis di wilayah Najran membentuk gerakan oposisi politik dan militer, yang disebut dengan Ahrar al-Najran (kemerdekaan Najran) setelah pekan lalu 15/6, mereka menyatakan memisahkan diri dari Arab Saudi dan bergabung dengan Yaman dalam perang melawan Riyadh.

Aktivis dan gerakan suku Najran yang dipimpin Abu Bakr Abi Ahmad al-Salami, mengatakan kepada FNA pada Rabu 17/6, “semua suku di wilayah Najran adalah anggota Gerakan Ahrar al-Najran“.

Dia juga meminta kepada pasukan Ansarullah untuk memberikan pelatihan militer kepada para pemuda di Najran.

“Arab Saudi adalah kerajaan diktator yang menggambarkan dirinya sebagai satu-satunya pembela Islam, mereka juga harus tahu bahwa kami adalah pembela Islam dan dua masjid suci, dan jika diperlukan kami akan segera bebaskan dua masjid suci itu (Mekkah dan Madinah) dari cekraman tangan-tangan kotor kerajaan Saudi”,  kata Al-Salami enegaskan kepada rezim Saudi.

Al-Salami juga mengkhawatirkan tentang perkembangan di Yaman, dan menyatakan bahwa langkah awal yang akan segera mereka lakukan adalah memulai operasi pembebasan daerah-daerah yang diduduki tentara Saudi di selatan Najran.

Sementara itu, suku-suku di Najran mengatakan mereka telah menargetkan tentara dan militan rezim pro-Saudi di berbagai wilayah di Najran, dan menambahkan bahwa bentrokan berat meletus di beberapa daerah sejak Selasa 16/6 lalu.

Pada hari Senin 15/6, Suku-suku Najran menyatakan kemerdekaan dari pemerintah Riyadh, dan mengatakan mereka bergabung dengan pasukan Yaman dalam memerangi rezim Saudi, serta menyatakan Riyadh telah mengkhianati semua perjanjian sebelumnya dengan mereka.

Najran adalah salah satu dari beberapa daerah yang masuk wilayah Yaman, kemudian dianeksasi oleh Riyadh melalui perang dan menyuap penguasa Yaman dalam beberapa dekade terakhir.

Seorang analis Timur Tengah mengatakan tentang Gerakan Ahrar al-Najran, “Rezim Saudi telah melakukan kesalahan sejak minggu kedua agresi dengan menjadikan Najran sebagai basis serangan ke Yaman, dan tidak memberikan perlindungan atas serangan balik pasukan Yaman. Inilah salah satu pemicu yang membuat mereka memberontak terhadap pemerintah Riyadh.

Dia juga menggarisbawahi bahwa suku Najran saat ini akan bangkit melawan rezim Saudi atas agresi terhadap Yaman dan akan berjuang melawan pasukan Saudi. [ARN] 

About ArrahmahNews (13428 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: