News Ticker

PM Inggris Cameron Ancam Tutup BBC

Arrahmahnews.com - Perdana Menteri Inggris David Cameron dikabarkan mengancam akan menutup British Broadcasting Corporation (BBC) karena telah memberitakan pemberitaan yang bias tentang pemilihan umum di Eropa.

Situs Inggris Daily Telegraph (Minggu 21/6) menukil perkataan Nick Robinson, editor politik BBC, bahwa David Cameron mengancam akan "menutup" kantor berita BBC, ini merupakan upaya penekanan kepada para staf BBC.

"yang lebih penting adalah dampak "ancaman Cameron" terhadap orang lain. Sebagian orang (masyarakat umum) menertawai ancaman tersebut, karena mereka tidak ikut bekerja untuk BBC. Sementara mereka yang bekerja untuk BBC sedikit banyak tekanan itu berpengaruh, semacam rasa 'jangan lupa siapa yang jadi bos di sini', kata Robinson.

291fcff9-d1b3-451b-9b12-bb00f815a825-Nick-Robinson-editor-politik-BBC

Nick Robinson, editor politik BBC

Dia juga menegaskan bahwa intimidasi itu jelas menimbulkan kekhawatiran di kalangan staf BBC, namun ia menekankan bahwa Cameron tidak akan berani melaksanakan ancamannya.

“Sikap partai konservatif, khususnya Cameron kurang lebih sama dengan sikap gereja Inggris. Mereka menunjukan kerelaan atas keberadaannya, tetapi mereka juga merasa jengkel dengannya. Saya tidak akan bertemu dengan Partai Konservatif yang ingin menutup BBC, mungkin saya salah dalam hal ini…namun saya berpikir BBC tidak akan tutup”, kata tambahnya.

Pemerintah Inggris menolak semua tuduhan Rabinson, dan dianggap sepele.
Setelah pemilihan umum pada bulan Mei, anggota senior ‘Partai Konservatif’ yang berkuasa menuduh BBC menunjukkan “fanatik sayap kiri” dalam menutup-nutupi berita penting.

John Whittingdale sekretaris Negara untuk Budaya, Media dan Olahraga

Cameron setelah kemenangannya dalam pemilihan umum Inggris, langsung menunjuk John Wahittingdale sebagai sekretaris Negara untuk Budaya, Media dan Olahraga. Laporan mengatakan bahwa Wahittingdale ditugaskan oleh perdana menteri untuk mempertimbangkan kembali korporasi BBC Royal Charter.

Pada pemilihan Mei lalu, Partai Konservatif mendapatkan 331 kursi, kemenangan ini menunjukkan bahwa Partai Konservatif dalam pembentukkan pemerintah tidak membutuhkan koalisi dari partai lain. [PressTV/ARN] 

About ArrahmahNews (14690 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: