Internasional

WikiLeaks Ungkap Diplomasi “Balas Budi” Saudi

Jul 7, 2022

Arrahmahnews.com – Kekayaan Arab Saudi yang berlimpah karena minyak kerap dimanfaatkan banyak orang dari berbagai negara, dan sebaliknya, kemakmuran ini juga dimanfaatkan Saudi untuk menerapkan diplomasi balas budi.

Hal ini terbukti dari berbagai dokumen diplomatik Saudi yang dibocorkan oleh WikiLeaks Jumat lalu. Diberitakan New York Times, Sabtu (20/6), terlihat dalam dokumen beberapa orang “mengemis” meminta bantuan dari Arab Saudi.

Di antaranya adalah permohonan bantuan dari Mohammed Mursi sebelum menjadi presiden Mesir yang meminta dipermudah urusan visanya agar keluarganya bisa umrah.

Ada juga politisi Lebanon yang meminta bantuan uang untuk membayar upah pengawal, terungkap dalam kabel diplomatik antara Saudi dan Lebanon.

Seorang politisi Kristen Lebanon, Samir Geagea, bahkan meminta uang untuk membantu partainya, Lebanese Forces, yang tengah dalam masalah finansial. Dalam suratnya, Geagea terlihat tanpa malu meminta bantuan uang karena selama ini dia selalu mendukung Saudi dalam menentang pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah.

Geagea mengaku telah menunjukkan “kesiapannya untuk melakukan apa pun yang diminta Kerajaan (Saudi).” Surat ini belum dikonfirmasi oleh juru bicara Geagea.

Ada lagi permintaan bantuan sebesar US$2.000 dari sebuah kantor berita di Guinea untuk “menyelesaikan banyak masalah yang dihadapi.”

Abdulkhaleq Abdullah, professor ilmu politik di Uni Emirat Arab mengatakan bahwa ini adalah bukti bahwa Saudi menerapkan diplomasi balas budi. Dengan memberikan bantuan, Saudi berharap mendapatkan balasan dari penerima.

Dengan menerapkan diplomasi ini, Saudi memiliki banyak pelayan yang tersebar diberbagai negara untuk melayani kepentingan kerajaan.

WikiLeaks membocorkan lebih dari 600 ribu dokumen diplomatik Arab Saudi dan akan membeberkan setengah juta dokumen lainnya dalam beberapa pekan mendatang.

Dibeberkannya dokumen itu pada Jumat sekaligus menandai tiga tahun pendiri WikiLeaks mendapatkan suaka di Kedutaan Besar Ekuador di London untuk menghindari ekstradisi ke Swedia agar bisa diadili atas tuduhan kejahatan seks.

Pemerintah Arab Saudi langsung bereaksi dengan memperingatkan warganya untuk tidak turut menyebarkan dokumen-dokumen yang menurut mereka “bisa jadi palsu”. Bahkan Saudi mengancam akan mengenakan dakwaan kejahatan cyber terhadap siapa saja yang menyebarkan dokumen WikiLeaks. [ARN] 

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: