News Ticker

Teror Salafi Takfiri Hantui Dunia

Arrahmahnews.com Nama Kuwait mulai masuk dalam daftar sasaran serangan teror kelompok Salafi Takfiri dan zona operasi mereka tidak lagi terbatas di Suriah dan Irak. Serangan teroris Salafi Takfiri ke Masjid Imam Shadiq as di Ibukota Kuwait pada hari Jumat (26/6/2015), menewaskan sekitar 30 orang dan melukai lebih dari 220 lainnya.

ARN001200400151131193_Indonesia_Malaysia_Singapura_Kecam_Serangan_Bom_KuwaitPada hari yang sama, dua serangan teror lain juga terjadi di Tunisia dan Perancis dan menelan sejumlah korban tewas dan luka. Fenomena mengerikan terorisme kian meluas dan tidak terbatas lagi pada wilayah tertentu. Perkembangan ini sekali lagi memperlihatkan kepada semua tentang pentingnya tekad kolektif dan perang nyata terhadap terorisme.

Manuver teroris Salafi Takfiri di Suriah, Irak, Yaman, Libya, dan sekarang di Kuwait, disebabkan oleh sikap pasif dan ekstrim beberapa negara dalam menyikapi isu terorisme. Sejarah terbentuknya ISIS (yang berideologi Wahabi atau Salafi Takfiri) dan cara menangani kelompok ini, memainkan peran penting dalam kehadiran anasir-anasir teroris di berbagai wilayah.

Negara-negara yang sebelumnya berperan penting dalam lahirnya ISIS (dari rahim wahabi) dan kini juga memperkenalkan dirinya sebagai penentang ISIS, telah memperlebar batas geografi pengaruh kelompok tersebut melebihi wilayah Suriah dan Irak.

Pemanfaatan teroris sebagai alat kepentingan di Suriah dan Irak, telah membuka peluang penyebaran terorisme di negara-negara lain termasuk Kuwait. Di negara-negara pendukung kelompok teroris sendiri bahkan mulai terjadi operasi serangan teror.

Kebijakan standar ganda soal terorisme sampai sikap pasif dan pemberian dukungan kepada mereka di Timur Tengah, membuka ruang bagi Salafi Takfiri untuk menebarkan ketakutan dan teror di berbagai negara Arab.

Kuwait dan negara-negara lain menjadi sasaran serangan Salafy Takfiri akibat tidak adanya sebuah kebijakan yang seragam dan tekad kolektif untuk menumpas terorisme secara serius.

Amerika Serikat kadang berbicara tentang perang melawan terorisme, tapi dalam prakteknya masih ada jarak dengan apa yang mereka ucapkan. Arab Saudi, Qatar, dan Turki secara terang-terangan juga mendukung dan mendanai kelompok teroris, khususnya ISIS. Beberapa negara lain yang bersikap pasif juga menyumbang kontribusi atas meningkatnya serangan terorisme di sejumlah wilayah.

Kebijakan standar ganda terkait terorisme jelas tidak akan menciptakan zona aman bagi negara-negara dunia dan dampak dari kebijakan itu, Kuwait tidak akan menjadi negara pertama atau terakhir yang diserang oleh kelompok Salafy Takfiri.

Dengan memperhatikan strategi Salafy Takfiri untuk memperluas zona operasinya, maka tindakan kolektif dan mendesak perlu diambil untuk memusnahkan akar terorisme dan memerangi kelompok-kelompok ekstrim.

Kelompok Salafi Takfiri merupakan ancaman untuk semua wilayah tanpa terkecuali dan mereka sedang berupaya untuk memperlebar daerah serangannya. Dalam kerangka ini, langkah efektif negara-negara Islam sangat penting untuk melawan tindakan yang membahayakan citra Islam, kaum Muslim, dan persatuan dunia Islam. [ARN] 

Iklan
  • Gerakan Islam Cinta
  • Cerita Menag Ada "Pengantin" Bom Bunuh Diri di Instansi Pemerintah: Untung Terungkap
  • Habib Ali Al-Jufri

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: