News Ticker

Sekjen PBB; Penderitaan Rakyat Suriah Berada di Titik Nadir

ARN001200400151131231_Sekjen_PBB_Berada_Di_Titik_NadirArrahmahnews.com - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengajak masyarakat internasional untuk bergabung mengakhiri "konflik dahsyat" yang sedang berlangsung di Suriah.

Sekjen PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa (30/6), bahwa masyarakat internasional harus malu atas krisis di Suriah yang terus berlanjut selama lebih dari empat tahun.

"Penderitaan rakyat Suriah sampai pada titik nadir" kata Ban dalam pernyataannya.

Dia mengutip berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Suriah, dan mendesak, "Tidak boleh ada impunitas atas kebiadaban tersebut."

Sejak Maret 2011, Suriah telah dilanda bencana kekerasan dan terorisme yang telah menewaskan lebih dari 230.000 orang, termasuk hampir 11.500 anak-anak.

"Suriah di ambang kehancuran" tegasnya, dan lebih lanjut ia mengatakan konflik di negara itu menempatkan "Suriah berada pada peta kawasan yang paling tidak stabil di dunia."

Kelompok teroris Takfiri yang beroperasi di Suriah telah melakukan kejahatan keji selama kurun waktu 4 tahun lebih.

Dia lebih lanjut mencatat bahwa kelanjutan dari krisis Suriah akan menghasilkan lebih banyak kematian.

“Masyarakat internasional, dan khususnya Dewan Keamanan, tidak boleh membuang waktu untuk mengakhiri siklus kekerasan”, kata Ban.

ARN001200400151131231_Sekjen_PBB_Krisis_Suriah_Berada_Di_Titik_Nadir

Lebih lanjut ia meminta masyarakat internasional untuk bekerja sama dengan utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura.

Utusan khusus PBB telah mengadakan pembicaraan dengan pemerintah Suriah, kelompok oposisi dan para pemangku kepentingan internasional untuk mengakhiri konflik di Suriah.

De Mistura telah berulang kali menekankan bahwa Presiden Assad harus terlibat dalam setiap solusi damai terhadap krisis di negara Arab. [IA/NN/HRB/ARN] 

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: