News Ticker

“Tamparan Keras Wajah” Israel AS Buka Kedubes di Kuba

Arrahmahnews.com, WASHINGTON - Calon presiden dari Partai Republik, Ted Cruz, mengatakan keputusan pemerintahan Obama untuk membuka kembali kedutaan besar AS di ibukota Kuba, Havana, adalah "tamparan di wajah" Israel. images (2)Senator dari Texas itu membuat pernyataannya pada Rabu malam (1/7), beberapa jam setelah Presiden Barack Obama mengumumkan bahwa AS dan Kuba telah mencapai kesepakatan untuk membuka kembali kedutaan di ibukota masing-masing dan membangun kembali hubungan diplomatik kedua negara.

Cruz menyebut pengumuman Obama itu  “tidak dapat diterima dan merupakan sebuah tamparan keras di wajah sekutu dekatnya (Israel), karena Amerika Serikat akan memiliki kedutaan besar di Havana sebelum memilikinya di Yerusalem (al-Quds).”

Amerika Serikat hingga kini masih tetap mempertahankan kedutaan besarnya di Tel Aviv, namun Cruz  berulang kali menuntut bahwa Washington seharusnya memindahkan kedutaannya ke al-Quds.

Cruz, bersama dengan senator keturunan Kuba-Amerika, Marco Rubio, telah mensponsori RUU kongres yang akan membatalkan pengabaian keamanan nasional yang memungkinkan pemerintah untuk memotong hukum tahun 1995 untuk memindahkan kedutaannya ke al-Quds.

Cruz dan Rubio sama-sama sedang bersaing dengan puluhan partai Republik lainnya untuk mendapatkan dana guna kepentingan kampanye presidensial mereka. Donatur-donatur ini  sebagian besar berasal dari kelompok dan konglomerat bisnis yang terkait dengan lobi Zionis. Analis mengatakan bahwa itulah alasan dasar mengapa mereka membuat pernyataan yang pro-Israel.

Obama mengumumkan pada bulan Desember lalu bahwa Washington akan memulai pembicaraan dengan Kuba guna  menormalkan kembali hubungan diplomatik kedua negara. Hal ini  menandai pergeseran yang paling signifikan dalam kebijakan luar negeri AS terhadap negara komunis itu setelah lebih dari 50 tahun.

Kedua negara telah mengadakan  pembicaraan rahasia selama 8 bulan yang menjadikan mereka mengadakan  pengumuman bersama pada 17 Desember lalu, bahwa kedua musuh lama itu akan memulihkan hubungan diplomatik dan membebaskan semua tahanan dari kedua belah pihak.

Obama mengadakan pembicaraan dengan rekan sejawatnya dari Kuba, Raul Castro  pada bulan April, pertemuan pertama antara pemimpin bangsa sejak tahun 1956. Amerika Serikat memutuskan hubungan diplomatik dengan Kuba pada tahun 1961, dua tahun setelah kakak Raul, Fidel Castro, berkuasa. (ARN/RM/PressTv)

About ArrahmahNews (14608 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: