arrahmahnews

Militan Suriah Akui Menerima Pelatihan di Turki

Arrahmahnews.com, Damaskus – Sejumlah teroris Takfiri yang ditangkap oleh tentara Suriah, mengakui bahwa mereka dilatih di Turki oleh Amerika Serikat, Arab Saudi dan Qatar.

Militan_Suriah_Mengaku_Dilatih_Di_Turki

Para militan Takfiri, yang tertangkap baru-baru ini di kota Aleppo, memberikan pengakuan dalam wawancara yang disiarkan oleh televisi pemerintah Suriah SANA pada hari Minggu, bahwa personil militer dari AS, Arab Saudi dan Qatar telah melatih mereka di tanah Turki.

Salah satu teroris, yang diidentifikasi sebagai Ahmad Mustafa Mastari, mengatakan bahwa ia bersama dengan anggota lain dari kelompok teroris, telah dikirim ke Aleppo setelah menerima pelatihan militer di Turki selama 30 hari.

“Saya berada di antara kekuatan yang menyerang Aleppo, sekitar 250 orang, namun operasi gagal dan kami ditangkap oleh tentara Suriah” kata Mastari.
Teroris lain, yang teridentifikasi sebagai Mohammad Aqel mengatakan kelompok teroris, termasuk dirinya, telah dilatih selama 45 hari di Salqin, Suriah, setelah menjalankan pelatihan selama 30 hari di Turki.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa selain menerima pelatihan, setiap peserta pelatihan diberikan USD 200 di Turki.

“Kami kemudian kembali ke Aleppo dan memulai serangan besar pada pos militer di Aleppo, tapi operasi kami mengalami kegagalan dan kami tertangkap,” tambahnya.

Qasem Abdullah, seorang teroris yang tertangkap oleh tentara Suriah di Aleppo, mengatakan bahwa ia menerima lima bulan pelatihan di Turki di mana ia menerima sekitar $80 per bulan.

“Sejumlah militan termasuk saya, terluka dalam serangan di Aleppo dan kami memutuskan untuk menyerah kepada tentara” katanya.

Turki adalah salah satu negara pendukung utama teroris Takfiri yang ingin menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Ankara aktif melatih dan memfasilitasi perjalanan yang aman dari dari Turki ke Suriah.

Washington, bersama dengan Barat dan sekutu Arab juga termasuk di antara para pendukung utama ekstrimis Takfiri yang beroperasi di Suriah.

AS dan Turki menandatangani kesepakatan pada bulan Februari untuk melatih dan mempersenjatai militan di Suriah.

Pada tanggal 25 Mei, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan militan sedang dilatih dan dilengkapi di kota Turki tengah Kirsehir di bawah program Ankara-Washington. (ARN/MM)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: