News Ticker

Obama, Merkel membahas krisis utang Yunani

Arrahmahnews.com - Presiden AS Barack Obama telah membahas krisis utang Yunani dengan Kanselir Jerman Angela Merkel melalui komunikasi telepone, menurut Gedung Putih.

Obama-Merkel

Obama-Merkel @AFP

Kami terus mendorong semua pihak untuk berpartisipasi secara konstruktif dalam percakapan itu," kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest, Selasa.

Sebelumnya pada hari itu, Obama berbicara dengan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras melalui telepon sebelum pertemuan puncak zona euro darurat di Brussels.

Tsipras menjelaskan kepada Obama atas permintaan Negara Yunani untuk pinjaman demi menyelamatkan ekonominya, menurut seorang pejabat pemerintah Yunani.

Pejabat itu mengatakan Presiden AS telah memberikan harapan untuk hasil yang sukses dalam negosiasi antara pemerintah Yunani dan kreditur internasional.

“kita masih tidak memiliki dasar untuk negosiasi” ucap Merkel ketika saat ia tiba menghadiri pertemuan puncak darurat di Brussels.

Pada hari Minggu, kanselir Jerman dan Presiden Prancis Francois Hollande menyerukan pertemuan puncak Uni Eropa menyusul penolakan paket penghematan sebagai imbalan atas pinjaman bailout segar oleh mayoritas orang-orang Yunani.

Pertemuan

Pertemuan

Panggilan dilakukan setelah 61,31 persen dari pemilih Yunani menentang paket penghematan oleh pemberi pinjaman internasional negara itu.

Dalam reaksi terhadap hasil itu, kepala oposisi konservatif Yunani Antonis Samaras mengumumkan pengunduran dirinya.

Setelah panggilan untuk pertemuan puncak Uni Eropa yang dibuat oleh Merkel dan Hollande, Presiden Uni Eropa Donald Tusk mengatakan di Twitter bahwa KTT akan diselenggarakan pada Selasa malam “untuk membahas situasi setelah referendum di Yunani.”

Perdana Menteri Yunani Tsipras, mengatakan dalam pidato di televisi bahwa bagaimanapun “Bersama kami telah menulis halaman yang cerah dalam sejarah Eropa modern.”

38,70 persen mengatakan ‘Ya’ tentang referendum untuk menerima pinjaman bailout segar dari Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB), dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Dalam sebuah pernyataan singkat, Komisi Eropa menunjukkan rasa hormat terhadap keputusan yang dibuat oleh orang-orang Yunani dalam menolak pinjaman bailout.

“Komisi Eropa mengambil catatan dan menghormati hasil referendum di Yunani,” kata pernyataan itu. (ARN/MM/PressTv)

About ArrahmahNews (13412 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: