News Ticker

Pentagon Tenangkan Israel Dengan Opsi Serang Iran

WASHINGTON, Arrahmahnews.com - Menteri Pertahanan Ashton Carter mengatakan Amerika Serikat mungkin akan memanfaatkan “opsi militer” terhadap Iran dalam upaya untuk menenangkan Israel setelah Teheran, Washington dan lima kekuatan dunia lainnya menyepakati pembicaraan nuklir di Wina.

Menteri_Pertahanan_AS_Ashton_Carter

Menhan AS Ashton Carter

“Kami tetap siap dan siaga untuk meningkatkan keamanan sahabat dan sekutu kami di wilayah, termasuk Israel, untuk melawan agresi; menjamin kebebasan navigasi di Teluk [Persia], dan mengamati pengaruh buruk Iran,” kata Carter dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (14/7/15).

“Kami akan memanfaatkan opsi militer jika perlu,” tambah kepala Pentagon.

Dia dijadwalkan akan melakukan perjalanan ke Israel pekan depan untuk bertemu dengan rekan-rekannya.

Presiden Barack Obama menegaskan bahwa “kunjungan Carter minggu depan ke Israel adalah refleksi dari hubungan yang belum pernah terjadi sebelumnya atas kerjasama keamanan antara Amerika Serikat dan Israel, dan bahwa kunjungan itu akan menawarkan kesempatan lebih lanjut untuk melanjutkan konsultasi kami pada masalah keamanan dengan mitra Israel,” Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan, Selasa.

Iran dan kelompok negara P5 + 1 – AS, Inggris, Prancis, China, Rusia ditambah Jerman – mencapai kesepakatan pada Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) di Wina, Selasa. Baca Iran “Lebaran” Sukses Dalam Kesepakatan Nuklir

Menurut teks Rencana Asi Bersama Komprehensif, Iran akan diakui oleh PBB sebagai kekuatan nuklir dan akan melanjutkan program pengayaan uraniumnya.

JCPOA akan membatasi pada program nuklir Iran dengan imbalan penghapusan sanksi terhadap Republik Islam.

Menanggapi perjanjian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan “kesalahan paling bersejarah bagi seluruh dunia.”

“Setiap kali membuat kesepakatan dengan biaya berapapun, ini hasilnya,” kata Netanyahu. Baca Netanyahu Panen Gugatan atas Kegagalannya Hentikan Kesepakatan Nuklir Iran

Carter juga meyakinkan para sekutu lama AS bahwa “militer kami – termasuk puluhan ribu pasukan AS di Timur Tengah – dengan kecepatan penuh mempertahankan kehadiran pasukan di Teluk [Persia].”

“Seperti yang kami terapkan dalam perjanjian bersejarah ini, pencegahan tetap menjadi prioritas utama dari keamanan nasional Amerika,” tambahnya. (ARN/MM/PTV)

About ArrahmahNews (13481 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: