News Ticker

SD Islam di Depok Disusupi Ideologi ISIS

DEPOK, Arrahmahnews.com - Apa yang ada dalam pikiran Anda setelah melihat foto tersebut. Tampak anak anak usia sekolah, yang dikabarkan ada di Indonesia, tepatnya menurut akun Tedy Harsono Munandar ada di salah satu SD Islam di Depok.

Sekolah_Tidak_Aman_Dari_Propaganda_ISIS"Pentas seni bertema jihad di SD Islam As***a, Depok Jawa Barat. Budaya kekerasan diajarkan sejak dini. Ngeri!!" Tulis Tedy.

Dalam foto memang tidak jelas, SD mana yang dimaksud, dan belum ada klarifikasi mengenainya. Walau informasi mengenai keberadaan SD tersebut bisa Anda temukan dalam web mesin mencari.

Namun dalam foto sudah menyuratkan apa yang sedang terjadi, apa yang Anda lihat itulah yang Anda dapatkan. Anak anak dalam rentang usia antara 7-8tahun, memakai tulisan lafadz (arab) bertuliskan kalimat Syahadat, membawa senapan mainan, dan mengenakan topeng a'la pasukan eksekusi ISIS.


Disebelahnya, ada anak anak lain memakai topeng serupa, dan mengenakan kafiyeh bagai pejuang palestina.

Anda bisa temukan mengapa foto ini amat sangat berbahaya? Dalam pandangan kami foto ini sangat memprihatinkan.

Pertama foto ini memperlihatkan adanya agenda fundamentalis yang ingin mencekoki anak anak dengan konflik politik yang terjadi di Timur Tengah. Dengan kata lain, anak anak ini dipolitisir, dieksploitasi ideologinya diajak ke dunia dewasa selagi mereka belum aqil baligh. Dan yang lebih parah, dengan tema yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan Indonesia, terlihat dari pemakaian kafiyeh ala Palestina.

Kita prihatin dengan kondisi muslim yang berkonflik di negara lain, tapi tidak menjadikannya alasan membuat anak anak ini sebagai proksi untuk berjihad dengan senjata. Tidak di Indonesia yang damai, dan berkonstitusi mendukung perdamaian dunia.

Seandainya ini melodrama teatrikal anak bertemakan jihad, memang negeri ini juga pernah berjihad, negeri ini memiliki brigade Hizbullah, brigade sabililllah, yang menjadi salah satu unsur pembentuk Badan Keamanan Rakyat, dan ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan.

Namun brigade hizbullah-sabililah tidak mengenakan atribut menutup wajah, karena mereka pejuang ksatria yang memperlihatkan diri sendiri secara jantan di hadapan lawan lawannya. Dan dalam aksi teatrikal yang kerap kita lihat pada momentum 17 agustusan, ada nilai nilai kebangsaan yang bisa ditanamkan pada anak anak kita, seperti bambu runcing menjadi alat perlawanan, yang memperlihatkan falsafah berjuang untuk merdeka dengan apapun itu.

Kedua, pada saat selepas kemerdekaan, mestinya anak anak berjihad dengan pena, anak anak berjihad dengan profetisme dan kasih sayang serta kemanusiaan, mengakhiri konflik, memajukan kebhinekaan, menyadari bahwa dunia begitu beragam, dus begitu sempit untuk sekedar konflik.

Anak anak tidak pula diberikan alat kekerasan seperti senjata, karena alat tersebut hanya sah digunakan aparat hukum dengan legislasi penggunaan yang ketat, demi menegakkan peraturan sipil.

Foto itu andai benar ada di Indonesia, memberikan gambaran menyedihkan tentang pola pendidikan kita selama ini. Anda yang peduli pada nasib generasi muda kita, agar tidak menjadi generasi egois kelompok yang pecah belah, harap sebarluaskan foto ini dengan pesan, tolak pendidikan ideologi kekerasan pada anak, agar ini juga didengar oleh pemangku pendidikan kita.***Red (Sumber id.facebook)

About ArrahmahNews (13428 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: