NewsTicker

Kerusuhan Tolikara, MUI, GP Ansor: Larang Aktivitas HTI di NTT

KUPANG, Arrahmahnews.com - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang rencananya akan menggelar halal bihalal di Kota Kupang mendapat penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT. Tak hanya MUI, GP Ansor pun menolak kegiatan itu. Ketua MUI NTT, H. Abdul Kadir Makarim kepada Timor Express, Selasa (21/7) di Kupang mengatakan, MUI NTT tidak memberi izin HTI menggelar acara tersebut di NTT. Alasannya konflik bernuansa SARA di Papua masih memanas. Oleh karena itu, MUI tidak ingin konflik tersebut meluas ke NTT, khususnya Kota Kupang. "Jadi saya sudah larang mereka untuk buat halal bihalal,"kata Makarim. (Baca Jokowi “Khalifah” Nusantara, HTI Merana)

HTi dan khilagahLebih lanjut, kata dia, jika kegiatan itu digelar, dikhawatirkan bisa menimbulkan gesekan yang akan menciptakan suasana tidak aman. Mencegah itu, sebaiknya kegiatan-kegiatan tersebut ditiadakan. "Kita harus menjaga daerah ini tetap aman. Tidak boleh ada konflik apalagi karena agama,"tambah Makarim. (Baca WAHABI, HTI, PERSIS LECEHKAN SANG SAKA MERAH PUTIH DAN PAHLAWAN)

Ia menambahkan, jika HTI bersikukuh menggelar kegiatan tersebut, maka MUI tidak ikut bertanggungjawab karena MUI sudah mengeluarkan larangan. “Jadi kami harap mereka mengikuti arahan kami demi kenyamanan di Kota Kupang,”kata Makarim lagi. (Baca HTI ANGGAP NASIONALISME ITU SEBAGAI JAHILIAH MODERN)

Terpisah, hal senada dipertegas pihak GP Ansor. Ketua GP Ansor NTT, Abdul Muis kepada koran ini mengatakan, GP Ansor juga menolak keras kegiatan tersebut jika memang direncanakan untuk dilaksanakan. Hal ini, menurutnya, bisa menodai kerukunan antarumat beragama di NTT yang sudah lama dibina dengan baik. “Mari kita eliminir hal-hal yang mengganggu kemajemukan di NTT. GP Ansor paling tidak suka dengan organisasi yang mengganggu kemajemukan. Sejak awal GP Ansor menolak kehadiran HTI di NTT,”kata Muis dengan nada tegas. (Baca HTI, ISIS, WAHABI MERETAS NKRI)

Untuk diketahui, informasi tentang adanya kegiatan halal bihalal yang dihelat HTI ini sudah beredar luas. Tak hanya di kalangan masyarakat, di dunia maya pun kian gencar. Dan, tak sedikit masyarakat yang menolak kegiatan tersebut. Bahkan HTI diminta jangan mengganggu tali persaudaraan di NTT. (Baca ISIS DAN SISTEM NEGARA KHALIFAH BUKAN TEGAKKAN ISLAM) Adapun informasi yang diposting di media sosial, sejak Senin (20/7) malam, antara lain, direncanakan, pada 9 Agustus 2015 pukul 08.30-11.30 Wita akan dilaksanakan acara Halal Bi Halal dengan Thema “Merajut Ukhuwah, Meraih Taqwa” yang selenggarakan oleh DPD I NTT Hizbut Tahrir Indonesia. Kegiatan tersebut akan dihadiri pimpinan HTI NTT, dan sejumlah pimpinan umat muslim NTT. Sayang, pihak MUI NTT langsung mengklarifikasi, dan melarang aktifitas itu. (Baca PETISI ANAK NEGRI, TVRI JADI CORONG DOKTRIN ANTI NKRI OLEH HTI)

Kepala Kesbangpol Provinsi NTT, sisilia Sona yang dikonfirmasi per telepon, malam tadi di Kupang menegaskan, hingga saat ini ormas HTI tidak terdaftar di lembaga tersebut. Sisilia bahkan beberapa kali menegaskan bahwa pihaknya belum pernah menerima pendaftaran ormas tersebut (HTI). “Belum. Belum terdaftar di kita,”tandas Sisilia singkat. Lalu bagaimana tanggapan HTI NTT? Said, selaku salah satu pimpinan HTI NTT, yang dikonfirmasi ke nomor ponselnya, tidak aktif. Walau sudah dikontak berulangkali, nomor kontak Said, yakni 085-253-199-XXX itu tidak aktif. (ARN/MM/timorexpress)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: