News Ticker

Kritik Satir: Tuhankanlah Tuhan, Tuhan Tidak Butuh Pembela

Ketika Peekay mengkritisi konsep keTuhanan Tapasvi Maharaj dengan mengatakan  bahwa ajarannya keliru, Tuhannya adalah Tuhan palsu dan hasil karang-karangan saja, Tapasvi kemudian mengancam Peekay, dia mengatakan bahwa pengikutnya tidak akan diam atas apa yang dia anggap sebagai penghinaan itu. Mungkin pengikutnya akan menembak pantat Peekay seperti yang pernah mereka lakukan pada Cherry Bajwa (Bosnya Jaggu).

Menanggapi hal itu Peekay kemudian menjelaskan betapa kecilnya manusia dibanding alam semesta. Jika alam semesta adalah benar ciptaan Tuhan, maka manusia tidak ada apa-apanya dibanding Tuhan. Lantas, mengapa manusia yang tidak ada apa-apanya  merasa Tuhan perlu pembelaan dari manusia? Manusia Terlalu Kecil Untuk Membela Tuhan, “Tuhan tidak perlu dibela, manusia terlalu kecil untuk membela Tuhan”.

JAKARTA, Arrahmahnews.com - Bicara soal pelecehan, kita mesti sadar bahwa pelecehan itu sifatnya sangat subjektif, ada orang yang tersenyum ketika dibilang bodoh, ada yang marah hanya karena dipelototi (biasanya preman), ada orang yang senyum ketika tokoh agamanya dibuat karikatur, ada yang marah dan merasa dihina bahkan ketika agamanya dikritik dalam bahasa yang sopan.

Film Peekay, Kritik Satir Pencari tuhan

Mungkin sebagian anda juga marah membaca tulisan saya ini, marah saat menonton film PK, marah ketika agama anda dianggap konyol, tidak logis, dan tidak sesuai zaman. Tapi sebelum kita marah, sebelum kita berteriak membela agama, sebelum ngamuk-ngamuk, pikirkan lah apakah Tuhan ingin kita membelanya dengan cara seperti itu? Jika Tuhan memang marah pada orang menghina-Nya dan agama-Nya, bukankah Tuhan bisa menurunkan hukuman sendiri untuk orang tersebut?

Kita kadang terlalu arogan, merasa bahwa kita lebih pantas menghakimi manusia lain ketika bicara mengenai agama ketimbang Tuhan itu sendiri, seolah-olah dirinya adalah perpanjangan tangan tahun. Mirisnya, tindakan penghakiman itu seringkali dilakukan dengan aksi kekerasan. Mengaku menegakkan hukum Tuhan tapi dengan merusak fasilitas umum, mengaku meluruskan orang sesat tapi dengan cara membunuh, membela agama yang dilecehkan dengan terorisme.

Para Pembela Tuhan dan Agama, Mereka yang mengaku membela Tuhan dan agama

Dari semua poin kritik terhadap agama yang saya tangkap, saya bisa menyimpulkan bahwa pesan yang ingin disampaikan oleh film PK ini adalah bahwa: BerTuhan itu baik, tapi jangan pernah melupakan akal dan hati nurani dalam beragama karena selalu ada kemungkinan tokoh agama untuk salah menafsirkan ajaran, dan selalu ada kemungkinan orang jahat untuk memanfaatkan agama demi kepentingannya. Kalau kata Peekay, Tuhan itu ada 2 jenis, Tuhan yang menciptakan alam semesta, dan Tuhan palsu yang diciptakan oleh pemuka agama. Tuhan palsu yang diciptakan oleh pemuka agama adalah cerminan dari pemuka agama itu sendiri, pemarah, pencemburu, pembohong, suka dipuji, membuat umatnya takut, dan lebih suka mendatangi orang kaya dibanding orang miskin.

Manusia lahir dibekali dengan otak oleh Tuhan, bukan dengan kitab suci, bukan dengan kitab tafsir, maka semestinya dengan akal lah kita menilai mana Tuhan yang asli mana Tuhan palsu, mana ajaran yang pantas kita ikuti dan mana yang tidak, dan kita tidak mesti ikut pemahaman yang mainstream (dianggap umum) jika hal itu tidak sesuai dengan hati nurani kita.

Jika ingin berTuhan, maka Tuhankanlah Tuhan, jangan menuhankan agama. (ARN/MM/candrawiguna)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: