News Ticker

2 Juta Anak Yaman Kehilangan Pendidikan Akibat Serangan Saudi

SANA'A, Arrahmahnews.com - Dana Anak-anak PBB (UNICEF) mengatakan kampanye militer Saudi atas Yaman telah menganggu pendidikan hampir dua juta anak.

Pejabat UNICEF di Yaman mengatakan pada hari Jumat (24/7/15) bahwa pemboman intensif dan pertempuran jalanan telah menyebabkan penutupan sekitar 3.000 sekolah di Yaman, dan memaksa sekitar 1,8 juta anak tidak ber-sekolah.

2_Juta_Anak_Yaman_Kehilangan_Pendidikan_Akibat_Serangan_Saudi“Kami mendesak pihak-pihak yang terlibat konflik untuk menghormati keselamatan sekolah sehingga dapat memberikan anak-anak kesempatan untuk belajar,” kata Julien Harneis dalam sebuah pernyataan dari ibukota, Sana’a, dan menambahkan “Memberi pendidikan kepada anak Yaman sangat penting untuk masa depan mereka sendiri, keluarga dan masyarakatnya. ”

Pernyataan itu menambahkan 270 sekolah di seluruh Yaman yang tempati pengungsi internal (IDP) dan 68 lainnya digunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata. Dikatakan 248 sekolah telah rusak selama pertempuran.

Badan PBB telah mendukung Kementerian Pendidikan Yaman dengan mendirikan kelas bagi lebih dari 200.000 siswa untuk mencegah mereka kehilang pendidikannya, kata pernyataan itu.


“Kami melakukan semua yang kami bisa untuk mengembalikan anak-anak ke sekolah sehingga mereka tidak benar-benar kehilangan pendidikannya,” katanya.

Pernyataan itu juga meminta setidaknya USD 11 juta untuk rekonstruksi sekolah dan langkah-langkah lain sebelum dimulainya tahun ajaran baru pada bulan September.

Serangan militer Arab Saudi terhadap Yaman, telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan, yang menyebabkan kerusakan besar di Yaman, dimana sekolah, rumah sakit dan infrastruktur lainnya menjadi salah satu target utama dari jet tempur Saudi.

Agresi terhadap bangsa Arab miskin itu dimulai pada 26 Maret – tanpa mandat PBB – dalam upaya untuk melemahkan gerakan Houthi dan mengembalikan kedudukan mantan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutu setia Riyadh.

Rupert Colville, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan awal bulan ini bahwa setidaknya 1.693 warga sipil tewas dan 3.829 lainnya terluka sejak 26 Maret. Namun, sumber-sumber lokal mengatakan lebih dari 4.500 orang telah kehilangan nyawanya. [PSV/MM/ARN]

About ArrahmahNews (13428 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: