Perang Misteri Turki Melawan ISIS

ANKARA, Arrahmahnews.com – Sering dikatakan, bahwa jika engkau menyalakan api untuk musuhmu, bisa jadi engkau sendiri yang terbakar lebih parah. Itulah yang terjadi di Turki pada saat ini disepanjang perbatasannya dengan Suriah.

Tank-Tank Tempur Turki

Aktor sama yang selama bertahun-tahun membantu dan mendukung ISIS, dan bahkan berakting sebagai “Jalan tol” jihad, kini justru sibuk memerangi kelompok teroris yang sama di perbatasannya. Untuk kali pertama, pasukan Turki melakukan beberapa serangan udara yang menargetkan ISIS di Suriah! Sejauh ini, beberapa anggota ISIS dan juga tentara-tentara Turki terbunuh maupun terluka di medan tempur.

Ini adalah kali pertama pertempuran besar antara Turki dan ISIS setelah selama berbulan-bulan kedua pihak berbagi perbatasan yang sama dan juga…kesenangan yang sama. Kini Turki berusaha mempertahankan perbatasannya agar tidak direbut, dan sepertinya pertahanan itu akan segera berubah menjadi perang.

Menurut  ucapan  PM Turki Ahmet Davutoglu, serangan udara ini hanyalah awal dari sebuah proses yang lebih luas. Untuk tujuan ini, Turki berencana untuk menjadi tuan rumah pesawat tempur AS demi melakukan serangan udara lebih lanjut serta  menunjukkan transisi dramatis Turki setelah selama ini memberikan dukungan langsung kepada ISIS, di mana Turki adalah sebuah rute pilihan dan pintu masuk utama perekrutan ISIS ke Suriah.

Disamping pernyataan yang hambar itu,  kenyataannya perjalanan ini tidak akan mudah. Turki kini menuju kejatuhannya, dan mereka bahkan mungkin tidak mengetahuinya.

Ankara kini dipaksa untuk mengubah kebijakannya. Koalisi AS melawan Damaskus telah gagal dan terpaksa  merubah kebijakan politiknya begitu juga dengan politik Turki atas Suriah, yang  juga telah gagal karena Presiden Assad masih tetap berkuasa dan suku Kurdi mulai memiliki kendali di Turki.

Selama ini, Turki mengklaim telah menutup beberapa kantor  dan pusat perekrutan ISIS di wilayah  perbatasannya. Sementara sudah jadi rahasia umum bahwa  Ankara dan ISIS adalah sekutu. Jangan sampai kita lupa, Jabhat al-Nusra didalangi dari markas operasional di Turki dan merupakan hasil dari kerjasama  Turki, Arab Saudi dan Qatar.

Bom bunuh diri baru-baru ini yang menewaskan 32 dan melukai 104 pemuda di kota Suruc,  hanyalah peringatan bahwa hal itu bisa terjadi juga di Ankara. ISIS  menginginkan melanjutkan aliansi dengan Ankara, sementara Ankara, semakin kesini semakin tidak ada yang menginginkannya.

Seperti yang kita lihat, angin balik dari “Jihad Suriah” telah bertiup, dimana tak ada sesuatupun yang baik dari kekerasan di Turki. Seseungguhnya, kekerasan adalah perlindungan terakhir bagi mereka yang tidak kompeten. Dan tidak ada lagi keraguan bahwa Turki akan segera membayar mahal atas bantuannya mendukung kelompok teroris dan ISIS di Suriah. Demi menutupi rasa malu, maka Ankara sebaiknya mengangkat telepon dan menghubungi Damaskus sebelum kekerasan merebak di perbatasannya. (ARN/RM/FNA)

About Arrahmahnews 30608 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

1 Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.