Turki dan NATO Adakan Pertemuan di Brussel

ANKARA, Arrahmahnews.com – Duta besar NATO akan bertemu untuk pembicaraan yang diserukan oleh Turki atas operasi militer Ankara melawan teroris Takfiri ISIL dan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

ARN001200400_80000_08_Perbatasan_Turki_Suriah

“Turki meminta pertemuan mengingat keseriusan situasi setelah serangan teroris keji dalam beberapa hari terakhir, dan juga untuk menginformasikan pada Sekutu tentang langkah-langkah yang mereka ambil,” kata sebuah pernyataan NATO yang dirilis pada hari Minggu (26/7/15).

Turki meluncurkan serangan militer terhadap target ISIL di Suriah dan posisi PKK di Irak utara, Jumat (24/7/15), menyusul serangan di kota Suruç barat daya Turki, yang merenggut nyawa sedikitnya 32 orang, pada 20 Juli.

Menurut pernyataan itu, pertemuan akan diadakan di ibukota Brussel Belgia, Selasa (28/7/15).

Permintaan Ankara ini didasarkan pada Pasal 4 dari perjanjian NATO, yang memungkinkan anggota untuk meminta pertemuan dengan syarat integritas teritorial atau keamanan berada di bawah ancaman, Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan yang dikutip BBC.“Ketika Turki meminta pertemuan tersebut saya pikir itu sangat benar dan sangat tepat waktu untuk melakukan pertemuan di mana kita akan dapat mengatasi gejolak dan ketidakstabilan yang kita lihat di Suriah, Irak dan sekitarnya dan dekat dengan perbatasan NATO Turki,” katanya.

Turki menyalahkan PKK atas serangkaian serangan terhadap pasukan keamanan dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah Turki diyakini menjadi salah satu pendukung utama dari kelompok teroris melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad sejak 2011, dengan laporan yang menunjukkan bahwa Ankara aktif melatih dan mempersenjatai teroris pemberontak yang beroperasi di Suriah, dan juga memfasilitasi perjalanan yang aman teroris asing dari dan ke daerah yang dilanda krisis. [PTV/IT/ARN]

About Arrahmahnews 26656 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.