News Ticker

Redam Kesuksesan Kesepakatan Nuklir Iran, AS Bebaskan Jonathan Pollard

WASHINGTON DC, Arrahmahnews.com - Pengacara Jonathan Pollard, mata-mata Israel di Amerika, pada hari Selasa (28/7) kemarin  mengatakan bahwa mantan agen intellijen Angkatan Laut AS yang telah menjalani hukuman selama tiga dekade itu benar-benar  akan segera dibebaskan.

jonathan-pollard

AS Bebaskan Salah Satu Mata-mata Israel Jonathan Pollard

Keputusan pembebasan Pollard yang telah diambil oleh tiga komisi Parole tanpa disebutkan namanya itu kemudian dikonfirmasi oleh Departemen Kehakiman AS. ( Baca Kerry; Kesepakatan Nuklir untuk Hindari Perang di Timur Tengah )

Mata-mata yang tengah berusaha mencari suaka di kedutaan Israel di Washington itu dinyatakan akan dibebaskan pada tanggal 21 November.

Sebelumnya, ketika beredar kabar bahwa Amerika akan membebaskan mata-mata Israel itu demi meredakan kemarahan Israel atas hasil perundingan nuklir, sebagaimana laporan The Wall Street Journal (WSJ), para pejabat AS menyangkal laporan tersebut.

Harian The Wall Street Journal (WSJ) dalam laporannya beberapa hari yang lalu menyatakan bahwa  pemerintahan Obama sedang bersiap membebaskan mata-mata Israel Jonathan Pollard lebih awal untuk membantu meredakan ketegangan AS-Israel. ( Baca Iran “Lebaran” Sukses Dalam Kesepakatan Nuklir )

Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Alistair Baskey, mengatakan bahwa, “tidak ada keterkaitan antara status Jonathan Pollard dan pertimbangan kebijakan luar negeri Amerika.” Dia menambahkan bahwa status hukuman Pollard akan ditentukan menurut “prosedur standar” hukum Amerika.

images

AS Bebaskan Salah Satu Mata-mata Israel Jonathan Pollard

WSJ menerbitkan laporannya hari Jumat (24/7), mengutip para pejabat AS yang tidak disebutkan namanya. Beberapa pejabat tersebut mengatakan bahwa pembebasan Pollard akan memperbaiki hubungan dengan Israel menyusul kesepakatan nuklir Iran.

Laporan WSJ juga mengatakan beberapa pejabat pemerintah AS mendesak agar pembebasan Pollard dilakukan dalam beberapa minggu ini, sementara pejabat lainnya mengatakan pembebasan itu tidak akan terjadi sampai tiba saatnya jadwal pembebasan bersyarat bagi Pollard.

Pollard, seorang warga etnis Yahudi Amerika, ditangkap atas tuduhan melakukan mata-mata untuk Israel pada tahun 1985 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Pollard bekerja sebagai analis sipil untuk Angkatan Laut AS pada saat ditangkap, dan ia kemudian mengaku bersalah telah membocorkan ribuan dokumen rahasia kepada Israel.

Pollard mendapat kewarganegaraan Israel ketika menjalani hukuman penjara, dan kasusnya telah lama menjadi penyebab ketegangan hubungan AS-Israel. Pollard yang kini berusia 60 tahun dilaporkan dalam kondisi kesehatan yang buruk di sebuah penjara di negara bagian North Carolina. ( Baca Netanyahu Panen Gugatan atas Kegagalannya Hentikan Kesepakatan Nuklir Iran )

Hubungan antara Amerika dan Israel semakin tegang dalam beberapa tahun terakhir. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyuarakan tentangannya yang kuat atas dicapainya kesepakatan nuklir bulan ini antara Iran dengan enam negara kuat dunia, termasuk Amerika Serikat.

Kasus Pollard tidak biasa terjadi, karena ia ditangkap atas tuduhan melakukan mata-mata bagi negara sekutu AS. Para pejabat Israel telah lama memperjuangkan pembebasan Pollard. Netanyahu saat tidak menjabat sebagai Perdana Menteri, pernah mengunjungi Pollard di penjara pada tahun 2002.

Beberapa analis mengatakan tindakan mata-mata oleh Pollard lebih luas dari sekedar bekerja untuk kepentingan Israel. Mantan pejabat intelijen Angkatan Laut AS menuduh bahwa Pollard juga pernah menawarkan dokumen-dokumen rahasia AS kepada tiga negara lainnya, sebelum membocorkannya kepada Israel.

Namun, beberapa pejabat terkemuka AS mengatakan bahwa hukuman penjara seumur hidup bagi Pollard yang telah mengaku bersalah melakukan spionase, adalah “berlebihan”.

Senator dari Arizona John McCain – mantan calon presiden dari Partai Republik pada Pilpres tahun 2008, dua mantan Menlu AS Henry Kissinger dan George Schultz, serta mantan Direktur CIA (Central Intelligence Agency) James Woolsey telah menyerukan agar Pollard dibebaskan. (ARN/MM/PTV)

About ArrahmahNews (13481 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: