News Ticker

Gadis Palestina Yang Dibuat Menangis Markel Berharap Israel Menghilang

BERLIN, Arrahmahnews.com - Gadis 14 tahun penderita cerebral palsy (gangguan gerakan, otot, atau postur yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal di otak), asal Palestina yang telah menjadi topik utama beberapa minggu lalu karena menangis sejadi-jadinya setelah Angela Markel menjelaskan kebijakan suaka Jerman, mengatakan bahwa Ia ingin Israel menghilang dan hanya akan ada Palestina saja.

reem-sahwil-yang-menagis-dalam-sebuah-acara-televisi“Harapanku adalah, pada suatu hari nanti, tidak akan ada lagi Israel, tapi hanya ada Palestina,” ungkap Reem Sahwil dalam wawancaranya dengan surat kabar Jerman, Die Welt Sontag sebagaimana dilansir Russian Today pada hari Rabu(29/7), “Negara itu seharusnya tidak lagi disebut Israel, tapi Palestina.” tambah Sahwil.

Ketika ditanya apakah Jerman adalah rumahnya, Sahwil menjawab “Tidak!”, ia menjelaskan bahwa rumahnya adalah Palestina. “Aku akan tinggal disana suatu saat nanti,” ucapnya.

Reporter Die Welt kemudian bertanya apakan ia perduli dengan “”sejarah khusus” antara Israel dan Jerman,

“Ya,” jawab Sahwil, “Namun disini berlaku kebebasan menyatakan pendapat, disini aku boleh mengatakannya, dan aku siap untuk mendiskusikan apapun.”

Sahwil menjadi topik utama pemberitaan pada bulan ini ketika ia dibuat menangis sejadi-jadinya oleh kanselir Jerman, Angela Merkel. Ia diberitahu bahwa keluarganya terancam dideportasi dan mereka harus kembali ke kamp pengungsian di Lebanon. Padahal Sahwil sangat ingin mengenyam pendidikan di Universitas Jerman.

Peristiwa itu terjadi dalam sebuah diskusi televisi yang membahas kebijakan suaka Jerman di sebelah utara kota Rostock.

”Ketika Anda berdiri di depan saya, Anda adalah orang yang sangat baik, tetapi Anda tahu di kamp-kamp pengungsi Palestina di Libanon ada ribuan dan ribuan (orang) dan jika kita mengatakan Anda semua bisa datang dan Anda semua bisa datang. Kita tidak bisa mengatur itu,” kata Merkel kepada gadis Palestina tersebut, seperti dilansir Russia Today.

Komentar Merkel itu sebagai jawaban sederhana dari sikap Berlin kepada para imigran. Komentar itu ternyata juga sebagai respons penolakan terhadap Reem Sahwil yang memohon agar bisa belajar di Jerman.

Setelah mendengar jawaban Merkel, air mata Sahwil mengucur deras. Merkel pun menatap dengan ekspresi iba. Merkel yang terlihat canggung kemudian mencoba menghibur Reem yang menangis. Kanselir Jerman itu mendekatinya dan membelai punggung gadis Palestina yang terus menangis itu.

Rupanya tindakan Merkel itu kemudian memicu kemarahan para netizen di media sosial karena telah menghancurkan impian seorang gadis sederhana penderita cerebral palsy untuk bisa mengenyam pendidikan di Jerman. Para pengguna media sosial ramai-ramai menyuarakan kemarahan kepada Merkel dengan tanda pagar #merkelstreichelt.

Para pengguna media sosial yang marah itu menggambarkan sosok Merkel sebagai pemimpin yang tidak memiliki kepedulian. Para netizen bahkan ramai-ramai mengedit foto Merkel menjadi gambar-gambar lucu dengan tujuan meledek Merkel.

Dalam hitungan jam, media sosial Twitter dibombardir dengan tanda pagar #merkelstreichelt yang bermakna Merkel stroke. (lm/rt/arn)

About ArrahmahNews (13428 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: