News Ticker

Makar Amerika, Media Arab dan Barat Atas Perang Yaman

Oleh; Dan Kovalik*

Berita Perang Yaman, JAKARTA, Arrahmahnews.com - Terungkapnya bencana HAM di Yaman tidak lain adalah contoh dari kebijakan luar negeri AS yang brutal dan tak masuk akal, sikap sinisnya terhadap Hak-hak asasi manusia, serta kegagalan  media-media utama dunia utuk membuat AS bertanggung jawab atas pertanyaan-pertanyaan semacam itu.

taizWebsite Amnesti Internasional baru-baru ini menerbitkan tulisan berjudul “Yaman; Krisis Kemanusiaan Yang Terselubung”, menggambarkan situasi itu dengan baik;

“Setelah menghadapi lebih dari 100 hari pertempuran sengit, negara miskin Yaman kini menghadapi krisis kemanusiaan yang kebanyakan dari kalian mungkin belum pernah mendengar.”

Menurut Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR, tercatat bahwa ada lebih dari 21 juta orang 80 % dari keseluruhan populasi) memerlukan bantuan diseluruh Yaman. Semua keperluan penting mulai dari bahan makanan hingga bahan bakar hingga pasokan medis sangat langka untuk bisa diperoleh.

Menurut data PBB, ada lebih dari 1.400 warga sipil tewas dan 3.400 lainnya mengalami luka-luka dalam tiga bulan konflik bersenjata di Yaman. Banyak warga sipil yang tewas dan kehilangan rumah-rumah mereka dalam kampanye bom koalisi pimpinan Saudi terhadap Houthi.

Selain dari hukum kemanusiaan internasional, yang dengan jelas menyatakan bahwa semua langkah-langkah yang mungkin, harus segera dilakukan untuk mencegah atau meminimalisir kerugian pada warga sipil, dokumentasi-dokumentasi Amnesti Internasional juga mengindikasikan bahwa koalisi militer pimpinan Saudi itu tidak melakukan apapun untuk menghentikan kekejamannya.

Dan, tentu saja,”koalisi pimpinan Saudi” yang melanggar hukum internasional, termasuk Konvensi Jenewa, dengan menempatkan jutaan rakyat Yaman dalam resiko besar itu telah mendapatkan pasokan dukungan logistik dan material yang penting untuk kampanye bomnya di Yaman dari  Amerika Serikat (dan juga Inggris).

Sebagaimana telah dijelaskan pengawas HAM (HRW), “ Amerika Serikat mengumumkan pada tanggal 25 Maret, bahwa pihaknya telah menyediakan dukungan logistik dan intellijen kepada operasi militer koalisi. Agence France-Presse melaporkan pada 2 April bahwa pejabat tinggi militer AS mengatakan bahwa AS akan menyediakan kapal tanker untuk pengisian bahan bakar demi membantu jet-jet tempur Saudi. AS juga akan menyediakan intellijen untuk membantu Saudi “mengerti” apa yang sebenarnya terjadi di perbatasan mereka…”

Dalam laporan senada yang lain, HRW juga menjelaskan bahwa menyediakan dukungan langsung untuk sebuah operasi militer, seperti memberi informasi seputar target-target, akan berarti membuat AS dan Inggris bersikap memihak dalam konflik bersenjata tersebut, dan terikat hukum perang.”

Koalisi yang menyerang Yaman bukan saja tidak mematuhi hukum perang, sebaliknya, dalam banyak hal telah dengan terang-terangan melanggar hukum itu. Contohnya, dua hari yang lalu, HRW menyatakan bahwa “Koalisi pimpinan Saudi yang telah melakukan serangan udara dan membunuh 65 warga sipil, termasuk 10 anak-anak dan melukai puluhan warga sipil Yaman lainnya di sebuah kota pelabuhan Mokha pada tanggal 24 Juli,2015 (data lain menunjukkan angka yang jauh lebih banyak,-red) adalah merupakan sebuah Kejahatan perang”. ( Baca Video: Arab Saudi Bantai 200 Muslim Sunni di Mokha Dalam Semalam )

Dalam laporan yang sama, HRW juga mencatat bahwa pihaknya telah menyelidiki sejumlah serangan udara yang diduga melanggar hukum.

Serangan udara koalisi itu telah menghantam target di ibukota Sana’a dan kota-kota lainnya, termasuk Sa’ada, Hodaida, Taiz, Ibb, Lahj, al-Dale’a, Shabwa, Marib, Hajja dan Aden. Serangan-serangan itu telah menewaskan dan melukai banyak penduduk sipil. ( Baca Misteri Perang Yaman Terungkap )

Pada 21 Juli, pertempuran di Yaman telah mengakibatkan 1.693 penduduk sipil, tewas. Menurut kantor PBB untuk HAM, kebanyakan yang  tewas adalah  akibat hantaman serangan udara.

Ditambah lagi, HAM, dalam laporan senada, menghubungkan bahwa AS telah menyuplai bom cluster ( Baca Bom Cluster; Hadiah Al-Saud atas Muslim Yaman ) yang digunakan pasukan koalisi pimpinan Saudi untuk menghancurkan populasi Yaman, padahal bom sejenis itu telah dilarang dalam perjanjian 2008 yang telah diadopsi oleh 116 negara sebagaimana telah dijelaskan dalam laporan.

“Serangan udara pasukan koalisi pimpinan Saudi dengan amunisi bom cluster telah yang menghantam beberapa area didekat desa, telah menempatkan penduduk sipil dalam bahaya,” ungkap Steve Goose, direktur HRW. “Senjata-senjata ini seharusnya tidak pernah digunakan dalam keadaan apapun. Arab Saudi dan anggota-anggota koalisi, serta pemasok mereka, AS, telah mencemooh standar global yang melarang munisi cluster karena ancaman jangka panjangnya terhadap warga sipil.

Pendeknya, tidak lagi menjadi pertanyaan bahwa AS adalah yang bertanggung jawab karena telah membantu dan bersekongkol dengan pasukan koalisi dalam pelanggaran HAM di Yaman, termasuk upaya untuk melakukan genosida terhadap 20 juta penduduk sipilnya. Luar biasanya, semua ini terjadi saat Samantha Power, yang terkenal selalu mengutuk genosida sebagai momok besar kemanusiaan dan selalu menyeru intervensi militer untuk menghentikannya, diposisikan sebagai dubes AS untuk PBB.

Tentu saja, kenyataan pahitnya adalah, bagi AS, hak asasi manusia dan bahkan ancaman genosida adalah layak diperhatikan bila hal itu bisa dimanfaatkan untuk membenarkan intervensi militer AS, tapi tidak jika hal itu adalah produk intervensinya.

Sesungguhnya, Samantha Power sendiri telah menuai kritik karena menjalankan double standard semacam itu. Bagaimanapun juga, diam totalnya hampir seluruh media-media utama AS mengenai kemunafikan semacam itu menunjukkan cerita tersendiri dari negara tersebut terhadap sistem demokrasi kita yang penuh kepura-puraan. (ARN/RM/Huffingtonpost)

kovalik * Dan Kovalik adalah seorang pengacara buruh dan hak asasi manusia yang tinggal di Pittsburgh. Ia telah menjadi aktivis perdamaian sepanjang hidupnya dan telah sangat terlibat dalam gerakan untuk perdamaian dan keadilan sosial di Kolombia dan Amerika Tengah. Dan Kovalik adalah seorang pengacara yang mengajukan gugatan dalam kasus dugaan keterlibatan perusahaan dalam pelanggaran HAM berat di Kolombia. Ia juga berkontribusi dalam penulisan artikel-artikel yang dimuat di CounterPunch, Huffington Post dan TeleSUR.

About ArrahmahNews (16663 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Makar Amerika, Media Arab dan Barat Atas Perang Yaman

  1. saudi-wahabi dan koalisi arabnya adalah sekompulan kaum munafikyg termasuk kategori “orang2 yg tidak beriman”

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: