NewsTicker

Netanyahu; John Kerry Tidak Punya Alasan untuk Datang ke Israel

TEL AVIV, Arrahmahnews.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Menteri Luar Negeri John Kerry tidak memiliki alasan untuk mengunjungi Israel, karena diketahui bahwa diplomat tertinggi AS itu tidak akan ke Tel Aviv selama kunjungannya di Timur Tengah Minggu depan.John-Kerry-NetanyahuKerry akan mengunjungi Mesir pada hari Minggu (2/8/15) dan kemudian akan ke Qatar sebelum menuju ke Asia Timur, kata juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby.

Tidak dicantumkannya kunjungan ke Israel dipandang sebagai penghinaan terlebih kunjungan Kerry merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas untuk meringankan kekhawatiran sekutunya atas kesepakatan nuklir dengan Iran.

“Dia benar-benar tidak mempunyai alasan untuk datang ke sini,” kata Netanyahu wartawan dalam sambutannya yang sinis, Radio Tentara Israel melaporkan.

Perjanjian dengan Iran “tidak ada hubungannya dengan kami, dan tidak memiliki pengaruh pada kami,” kata perdana menteri Israel. “Kami tidak akan berunding, kami memiliki program tersendiri. ”

Gedung Putih juga telah memulai kampanye agresif di Capitol Hill dalam upaya untuk menerima kesepakatan nuklir yang memiliki waktu sampai dengan 17 September untuk meninjau kembali apakah menolak atau menyetujui kesepakatan itu.

Dalam sambutannya di hadapan Dewan Hubungan Luar Negeri (CFR) pada hari Jumat, Kerry menyatakan bahwa jika Kongres menolak perjanjian Iran, dunia harus bertanggung jawab akibat kampanye luas Israel yang menentang kesepakatan.

“Saya takut apa yang akan terjadi jika Kongres menolak itu, teman-teman kita Israel benar-benar bisa lebih terisolasi dan lebih disalahkan,” kata Kerry.

American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), kelompok lobi Israel yang terbesar di AS, menyebarkan ratusan pelobi di Capitol Hill untuk mencoba meyakinkan anggota parlemen untuk memberikan suara menolak kesepakatan nuklir.

AIPAC, bersama dengan beberapa kelompok advokasi pro-Israel lainnya, akan menghabiskan sekitar $ 20 juta untuk mendanai kampanye iklan televisi nasional menginformasikan kepada publik “tentang bahaya dari kesepakatan Iran yang diusulkan,” menurut pejabat di kamp pro-Israel.

Presiden AS Barack Obama berjanji akan memveto setiap resolusi kongres yang berusaha untuk menolak kesepakatan nuklir dengan Iran, yang dipandang sebagai pencapaian kebijakan luar negeri yang paling signifikan dari kepresidenannya. (ARN/PTV)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: