NewsTicker

PM Irak; Serangan Udara Turki Langgar Kedaulatan Irak

BAGHDAD, Arrahmahnews.com - Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengecam keputusan Turki yang melakukan serangan udara di tanah Irak, dan menegaskan bahwa serangan itu melanggar kedaulatan negara Irak.

Abadi mengatakan pada Selasa malam bahwa dewan menteri memandang serangan udara Turki di negaranya sebagai "eskalasi berbahaya dan ARN001200400_80000_35_PM_Irak_Haidar_Abadimelanggar kedaulatan Irak."

Dia mengatakan, pemerintahnya berkomitmen untuk mencegah serangan terhadap Turki dari dalam Irak, dan mendesak Ankara untuk menghormati "hubungan baik" antara kedua negara yang bertetangga.

Pada hari Jumat (24/7/2015), Turki melancarkan kampanye serangan udara terhadap posisi ISIS di Suriah serta basis Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak utara. Keputusan serangan udara setelah serangan bom mematikan yang  menewaskan 32 orang di kota Suruc, barat daya Turki.

Pasukan darat Turki juga telah melakukan serangan artileri ke posisi pejuang PKK di utara Irak. Dan serangan tank ke utara Suriah, setidaknya empat orang pejuang YPG terluka akibat serangan itu. Serangan ini dianggap bertentangan dengan tujuan Turki yang ingin menghancurkan sel-sel teroris di perbatasan.

Pemimpin_Kurdi_Irak_Mosoud_Barzani

Pemimpin Kurdi Irak Masoud Barzani (AFP Photo)

Pada tanggal 25 Juli, pemimpin wilayah semi-otonom Kurdistan Irak, Massoud Barzani mengadakan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Turki Ahmed Davutoglu dan “menyatakan ketidaksenangannya dengan langkah berbahaya Turki”.

Barzani meminta agar masalah ini tidak meningkat ke tingkat yang membahayakan perdamaian, dan satu-satunya cara untuk memecahkan masalah ini adalah perundingan”, kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Ankara akan terus maju dengan serangan terhadap musuh.

Turki juga telah menarik dukungan dari NATO, Jens Stoltenberg mengatakan NATO akan berdiri “dalam solidaritas yang kuat” dengan sekutunya dalam serangan.

Ankara telah lama dipandang sebagai pendukung utama ekstremis Takfiri yang beroperasi di Suriah. Para ahli percaya bahwa yang disebut anti-ISIL dalam kampanye Turki adalah bertujuan untuk menghancurkan Kurdi (YPG) yang mengalami kemajuan di dekat perbatasan di Irak dan Suriah. [PTV/ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: