News Ticker

Blokade Yaman Membunuh Warga Sipil

SANA'A, Arrahmahnews.com - Organisasi Kesehatan Internasional telah menyuarakan keprihatinannya tentang situasi kemanusiaan di Yaman, mengatakan blokade Saudi ke negara miskin itu membunuh banyak warga sipil.

Joanne Liu, presiden Médecins Sans Frontières (MSF) atau Dokter Tanpa Batas, membuat pernyataan dalam sebuah wawancara telepon dengan AFP dari ibu kota Yaman, Sana’a pada hari Kamis (30/7/15).

Liu mengatakan blokade pengiriman bantuan yang dikenakan Saudi ke Yaman “membunuh warga [sebanyak yang ditimbulkan] konflik yang terjadi saat ini,” menekankan perlunya “cara pengiriman pasokan, dengan cara yang aman, dan rakyat bisa mendapatkan obat-batan dan penyakitnya bisa diobati.”

Pekan lalu, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) juga menyatakan keprihatinannya atas nasib warga sipil di Yaman akibat berlanjutnya serangan udara Arab Saudi yang mematikan terhadap negara itu.

ARN001200400_80000_37_Serangan_Arab_Saudi

Pemilik toko mencoba untuk menyelamatkan barang-barang di bawah reruntuhan toko mereka setelah serangan udara Arab Saudi di ibukota Yaman Sanaa, 20 Juli 2015. (© AFP)

Pada tanggal 26 Maret, Arab Saudi mulai agresi militer terhadap Yaman – tanpa mandat PBB – dalam upaya untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah dan mengembalikan kekuasaan mantan presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi, yang merupakan sekutu dekat Riyadh. Rezim Al Saud juga memberlakukan blokade udara dan laut di negara tetangganya Yaman.


Tarik Jasarevic, juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia, mengatakan baru-baru ini bahwa 1.859 warga sipil termasuk di antara 3.984 orang yang tewas di Yaman sampai 19 Juli, namun sumber lokal Yaman memperkirakan angka kematian yang jauh lebih tinggi. [PressTV/ARN]

Iklan
  • 6 Point Deklarasi Forum DKM Se-DKI Jakarta Tolak Politisasi Masjid
  • Ahok, Anies Baswedan, e-Budgeting
  • KPAI Vs PB Djarum
  • Gugatan MK kubu 02
  • Teroris, ISIS, Militan
  • Komik Soal LGBT
  • Komisi Pemberantasan Korupsi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: