News Ticker

Suriah Desak Turki Hentikan Persekongkolan Dengan Teroris

DAMASKUS, Arrahmahnews.com - Suriah mengutuk dukungan Turki terhadap militan Takfiri yang beroperasi di Suriah, dan mempertanyakan serangan udara Turki yang diklaim menarget posisi-posisi militan.

Dalam dua surat yang dikirimkan ke Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Presiden Dewan Keamanan PBB Gerard van Bohemen, Damaskus menuduh Turki telah bersekongkol dengan para teroris dalam melawan Suriah, dengan memberikan akses perjalanan aman dan nyaman kepada lebih dari  100 negara untuk bergabung dengan kelompok-kelompok militan seperti ISIS dan al-Nusra.

Suriah_Desak_Turki_Hentikan_Serangan_Ke_Wilayah_SuriahPemerintah Suriah juga meminta Ankara untuk berhenti menggambarkan dirinya sebagai korban dan mempertahankan diri, karena semua orang menyadari apa yang telah dilakukan pemerintah Turki dalam memberikan dukungan kepada organisasi teroris, dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, kata surat itu.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa ISIL mencuri barang dan artefak arkeologi dari Suriah dan menjualnya di Turki dengan pengetahuan penuh dari pemerintah Turki dalam pertukaran untuk senjata, amunisi, dan dukungan logistik untuk elemen Takfiri yang beroperasi di Suriah.

Turki melatih militan Al-Qaeda untuk bertempur di Suriah, surat itu juga mengatakan "Angakara bertanggung jawab atas pertumpahan darah dan tragedi kemanusiaan di Suriah,  karena dukungannya terhadap terorisme".

“Suriah telah sering memperingatkan bahwa terorisme tidak mengenal tanah air atau agama atau perbatasan, dan memperingatkan pendukungnya bahwa pada akhirnya akan menjadi bumerang pada mereka,” kata surat itu.

Mengacu pada klaim Turki yang menyatakan bahwa serangan itu unutk memukul posisi ISIS di Suriah, kementerian Suriah mempertanyakan niat Ankara dan mengatakan tujuan sebenarnya adalah menyerang Kurdi di Suriah dan Irak atau mengejar tujuan internal yang tersembunyi”.

Turki meluncurkan serangan terhadap posisi ISIS setelah serangan bom di kota perbatasan Suruc, yang merenggut nyawa 32 orang.

Namun, Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang saat ini berjuang melawan ISIS di Suriah, mengatakan pada hari Senin bahwa “Serangan Turki diarahkan kepada kami bukan posisi-posisi ISIS seperti klaim Turki selama ini. Serangan mereka justru ingin memperkuat posisi ISIS, dan membuat kemunduran bagi pasukan Kurdi”.

“Kami mendesak pemerintah Turki untuk menghentikan agresi ini dan mematuhi hukum internasional”, tambahnya. (ARN/FNA)

About ArrahmahNews (14656 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: