NewsTicker

Sikap PapuaItuKita terkait insiden Kerusuhan Tolikara Wamena Papua, 17 Juli 2015

JAKARTA, Arrahmahnews.com - Beredar broadcast di media sosial dari komunitas PapuaItuKita menjelaskan tentang kejadian kerusuhan di Wamena, berikut isinya :

PapuaItuKita

PapuaItuKita

TETAP TENANG DAN BERSOLIDARITAS UNTUK PAPUA

Sikap PapuaItuKita terkait insiden Tolikara, 17 Juli 2015

  1. PapuaItuKita menyayangkan terjadinya insiden di Tolikara. Peristiwa ini tidak dapat dilihat pada kejadian pada hari ini saja. Berbagai upaya/usaha utk mengarahkan konflik di Papua menjadi horizontal dengan isu keagamaan bukanlah kali pertama. Namun karena kuatnya kerukunan dan kecintaan hidup bersama orang Papua dengan warga lain yang berbeda, baik agama maupun suku bangsa, mestilah lebih dulu diingat sebagai nilai yang dimiliki oleh masyarakat Papua.
  2. Sebelum peristiwa hari ini, berbagai peristiwa kekerasan di Papua tak berhenti setiap minggu yang mengorbankan warga sipil, dan memenjarakan setidaknya 500 orang sepanjang Mei-Juni 2015. Namun, berita insiden Tolikara yang menyebar begitu cepat, dengan narasumber sangat terbatas, telah membentuk opini sedemikian rupa yang dapat menyudutkan warga Papua.
  3. Peristiwa di Tolikara terjadi karena kelalaian aparat yang tidak mampu menangani persoalan sosial yang terjadi disana. Ini juga membuktikan bahwa pendekatan aparat di Papua melulu dengan kekerasan dan senjata. Metode dialogis justru tak pernah dijadikan pendekatan utama.
  4. Meminta masyarakat, pimpinan agama, wakil-wakil masyarakat adat, untuk mengambil peran maksimal, menenangkan warga dan memberi penjelasan khususnya kepada media-media arus besar nasional terkait dengan fakta peristiwa yang sangat kita harapkan tidak menyulut konflik lebih luas.
  5. Menyerukan kepada pimpinan Polri agar tidak menggunakan cara kekerasan dalam menangani masalah ini, upaya dialogis adalah cara tepat menyelesaikan persoalan antar masyarakat.
  6. Kepada media untuk memprioritaskan narasumber yang kredibel dan beragam, serta menyusun berita yang kiranya dapat membantu tokoh agama dan adat untuk menenangkan warga.
  7. Kepada Pemerintah Daerah agar mengusut akar masalah dan mengambil langkah-langkah pencegahan ke depan dengan mediasi dan rehabilitasi bagi semua pihak yang dirugikan.
  8. Sebagai catatan yang akan kami kembangkan lebih lanjut, termasuk kaitannya dengan penyebaran sistematis dan cepat Edaran dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI) di media sosial:

Terdapat fakta keanehan peristiwa /pasca peristiwa di Tolikara Papua:

Keanehan Pertama, surat yang ada menggunakan Kop Surat/logo GIDI (Gereja Injili Di Indonesia) pada tanggal 11 Juli 2015 yang ditujukan kepada Umat Muslim Se Kabupaten Tolikara, ditembuskan kepada DPRD Tolikara, Bupati Kab Tolikara, Polres Tolikara, semestinya dapat segera di atasi dari awal. Namun di sayangkan, pihak Pemerintah dan kepolisian tidak melakukan upaya preventif (pencegahan dini) dengan memfasilitasi dialog antar pihak. Ada jeda waktu selama 6 hari untuk menykapinya dan ternyata dibiarkan menjadi api dalam sekam.

papuaitu

Komunitas Facebook PapuaItuKita

Kedua, pasca gagalnya mediasi terjadi keributan antar warga, sangat cepat informasi beredar, kronologis berdasarkan versi dari masing-masing pihak dan dibiarkan oleh Pemerintah dan aparat seolah membiarkan distorsi informasi terus terjadi dan terus akan memperparah situasi konflik. Dokumen surat yang menggunakan logo GIDI sangat cepat beredar, khususnya penyebaran melalui medsos.

Kita tahu bahwa surat tersebut masih perlu pengujian atas keaslian dan materinya. Pertanyaannya adalah bagaimana ini bisa terjadi? mengingat lokasi jarak TKP di Tolikara Papua dan keterbatasan akses?

Ketiga, sebuah surat yang mengatasnamakan organisasi agama tertentu di Papua namun belum terklarifikasi keaslian sumber dan materinya mengingat contoh rekayasa dokumen seperti ini terjadi pada wilayah konflik dengan tujuan menyulut konflik yang lebih luas antar warga.

  1. Peristiwa ini catatan bahwa baru pertama kali isu konflik politik di Papua bergeser ke isu agama terjadi meskipun telah berulang kali di coba namun gagal.

Jakarta, 17 Juli 2015

PapuaItuKita

Narahubung: Zely Ariane 08158126673

1 Comment on Sikap PapuaItuKita terkait insiden Kerusuhan Tolikara Wamena Papua, 17 Juli 2015

  1. Surat dipastikan asli, karena pelakunya hadir dan memberi komando pada jamaatnya, artinya adalah mereka menyerang karna menganggap surat edarannya tidak di indahkan…yg perlu dilakukan adalah penyelidikan motif utamanya dan siapa aktor dibalik layar yg belum tercuat. Yg jelas sekarang adalah tangkap dulu pendetanya dan korlap Harianto itu, kemudia perhatikan siapa pembelanya dan tangkap semuanya untuk diadili. Jika negara lalai maka jangan heran Tolikara akan menjadi medan jihad baru bagi kelompok radikan situkang kafirkan orang hadir di tolikara untuk memperkeruh suasana, maka indonesia semakin tersudutkan.Korban harus direhabilitasi psikologi dan materi ekonominya. Agar tak ada alasan bagi kaum takfiri salafi wahabi menangkap ikan di air keruh.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: