NewsTicker

Fatwa Haram BPJS, Kapitalis Harus Dilawan dengan Kapitalis

JAKARTA, Arrahmahnews.com - Seberapa besar sebenarnya pangsa pasar asuransi di Indonesia?

11Menurut ekonom dari UI, Rofikoh Rohim, kesadaran masyarakat Indonesia semakin tahun semakin tinggi. Tahun 2004 total premi 18 triliun dan thn 2013 total premi meningkat 500 persen menjadi 113 triliun dalam waktu hanya 10 tahun saja. Padahal penduduk sebanyak kita ini, tingkat sadar asuransinya jauh di bawah Negara-negara tetangga.

Pasar Indonesia ini memang sangat besar dan tingkat pertumbuhannya tinggi. Tahun 2030 di perkirakan akan ada 130 juta rakyat Indonesia yang naik kelas dr bawah menjadi menengah. Anda bisa bayangkan ratusan triliun rupiah beredar disana.

Mencermati apa yang dilakukan perusahaan asuransi, sebenarnya ketika anda membayar premi maka uang yang anda bayarkan tidak diam. Jangan salah…

Perusahaan asuransi memungut dari premi dan memutar uang itu di pasar internasional dalam bentuk obligasi, saham, private equity, merger dan akuisisi dan semua yang berhubungan dengan keuangan. Hasil dari perputaran itu sungguh fantastis dan sulit dibayangkan. Sebagai pegangan, anda ingat klub mahal Bayern Muenchen pasti ingat asuransi Allianz.

Nilai Indonesia dimata perusahaan asuransi bermakna nilai pasar dan ini berhubungan dengan uang. Jadi kita tidak berbicara sosial, kita dengan jelas berbicara uang.

Dikembangkannya BPJS oleh pemerintah sebagai asuransi yang perlahan-perlahan diwajibkan inilah yang membuat resah mereka. Memang kesehatan hanya satu produk saja dari asuransi, tapi siapa yang jamin bahwa BPJS yang dulu namanya PT Askes, ini juga tdk mengambil pasar jiwa, kerugian dan lain-lainnya nanti ?

Mungkin para sales dan agen asuransi tidak paham hal ini karena mereka bersentuhan dengan pelayanan kesehatan. Tapi mereka yang bergelut di keuangan sangat mengerti. Apalagi mereka yang bergelut di dunia investasi, seperti perusahaan-perusahaan bernama Capital itu.

Apa yang dilakukan pemerintah sekarang dengan mulai memaksakan peran aktif negara sungguh mengkhawatirkan. Indonesia ke depan sudah bukan lagi negara bebas pasar, karena pemerintah dengan otoritasnya mulai masuk dan menekan pasar.

BPJS akan menguasai mayoritas dari pasar kesehatan di Indonesia, dan akan banyak mengambil alih apa yang selama ini dilakukan perusahaan-perusahaan asuransi swasta. Bahkan bukan tidak mungkin ketika mereka besar, mereka yang akan mengakuisisi saham-saham perusahaan asuransi dan rumah sakit brand Internasional di Indonesia dan meng-kapitalisasinya.

Kapitalis harus dihadapi dengan cara kapitalis juga. Karena itulah saya menyebutnya perang, karena sejatinya memang seperti itu. Sudah terlalu lama kita cuma dijadikan konsumen. Negara sudah saatnya menjadi tuan di wilayahnya sendiri. Kuasai kapitalnya, maka kau akan menguasai bangsanya.

Apa yang dilakukan pemerintah dengan BPJS ini mengingatkan saya akan tindakan pemerintah China, yang langsung menutup negaranya dari serbuan Google. Mereka membuat mesin pencari sendiri bernama Baidu dan meng-kapitalisasinya sendiri.

Bahasa kasarnya gini, “Enak aja lu, penduduk gua yang 2 milyar orang lu mau ambil begitu aja… Nehi ! Gua bisa lakukan sendiri.. Satu saat, kalau di jual, Google yang akan kami beli !” (ARN/MM/DS)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: