News Ticker

Kunjungan Erdogan Ke Indonesia Bahas Teroris, What ??

JAKARTA, Arrahmahnews.com - Erdogan-Jokowi Bahas Isu Terorisme dan Perdagangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku sangat senang lantaran memiliki kepentingan yang sama dengan Indonesia, terutama terkait isu terorisme.

Perbatasan Turki dan Suriah kerap menjadi celah masuk bagi para militan takfiri asing, termasuk dari Indonesia, yang hendak bergabung bersama kelompok militan ISIS. Untuk menghambat arus militan asing ini, Turki bahkan sampai harus menutup perbatasan mereka dengan Suriah.

"Kami harus menutup perbatasan kami untuk itu (mencegah militan takfiri asing masuk ke Suriah)," ujar Erdogan dalam konferensi pers usai bertemu Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (31/7).

Erdogan mengatakan, diperkirakan sebanyak 60 ribu militan takfiri asing telah melewati perbatasan Turki untuk masuk ke Suriah. Dari puluhan ribuan militan takfiri asing ini, beberapa di antaranya termasuk warga Indonesia.

Erdogan melihat Indonesia juga sebenarnya menghadapi tantangan yang sama dengan Turki, yaitu memberantas aksi terorisme. “Kami sangat senang karena ternyata kepentingan kami bersinggungan,” ujarnya.

Ditanya soal kasus 16 WNI yang menghilang setelah ke Turki pada awal tahun ini, Presiden Jokowi mengatakan bahwa hal itu tak dibahas dalam pertemuan dengan Erdogan.

“Enggak, enggak detail. Intinya adalah bahwa kita sepakat tingkatkan kerja sama bidang intelijen. Tema pokoknya itu,” ujar Jokowi.

Jokowi juga mengatakan bahwa jalur warga negara Indonesia ke Turki lewat negara lain membuat sulit untuk melacak dan mengantisipasi kepergian mereka sejak awal.

“Kadang-kadang orang ke Turki tapi nggak langsung ke Turki, misal melalui Kuala Lumpur yang menyulitkan kita untuk men-track,” lanjut Jokowi.

Ia juga menambahkan sejak Januari hingga Juli, tercatat ada 72 WNI yang dideportasi dari Turki, termasuk rombongan 16 orang yang hilang itu. Belum dipastikan hingga kini apakah mereka sudah berada di Suriah.

Kerja sama perdagangan

Turki dan Indonesia sama-sama merupakan anggota komunitas Organisasi Kerja Sama Islam dan G20. Melihat ini, Erdogan berharap kerja sama antara Turki dan Indonesia akan semakin erat dan dapat menguntungkan kedua negara di masa mendatang, mulai dari bidang keamanan, sosial dan ekonomi.

Presiden Jokowi mengungkapkan harapan yang sama terhadap pemerintah Turki. Dalam kesempatan yang sama, ia mengatakan Indonesia akan melanjutkan kesepakatan yang telah ada, terutama mengenai isu perdagangan.

“Akan segera ada penerbangan langsung dari Turki ke Kuala Lumpur kemudian ke Jakarta dan menuju ke Denpasar. Ini dalam rangka untuk meningkatkan pariwisata dan juga untuk angkutan penumpang dan kargo dari Turki ke Indonesia dan Indonesia ke Turki,” ujar Jokowi.

Kunjungan Erdogan ke Indonesia merupakan kunjungan yang keempat dan pertama dalam kapasitasnya sebagai Presiden Turki. Sebelumnya, kunjungan Erdogan adalah sebagai Perdana Menteri Turki.

Hubungan diplomatik antara Turki dan Indonesia telah berjalan selama 65 tahun sejak dibuka pada 1950. Di bidang perdagangan, Turki adalah negara mitra dagang Indonesia ke-7 di kawasan Eropa.

Total perdagangan Indonesia dan Turki pada 2014 tercatat mencapai US$ 2,47 milyar dengan surplus bagi Indonesia senilai US$ 415 juta. Ekspor utama Indonesia ke Turki adalah karet alam, serat sintetis, minyak sawit dan tekstil. Sementara Turki mengekspor tepung terigu dan produk listrik ke Indonesia. (ARN/MM/Cnn)

Iklan

2 Comments on Kunjungan Erdogan Ke Indonesia Bahas Teroris, What ??

  1. Doble what ???? Tokoh teroris berkunjung ke Indonesia ??? Densus 88 kemana ??? ha ha ha ha ha……………

  2. Erdogan memainkan politk “standar ganda” untuk pencitraan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: