NewsTicker

Netanyahu Bela Demonstran LGBT, Bisu atas Dibakarnya Bayi Palestina

YERUSSALEM, Arrahmahnews.com - Seorang remaja Israel tewas pada hari Minggu (2/8) kemarin akibat luka tusukan  setelah seorang Yahudi ortodhoks menikamkan sebuah pisau ke arahnya dalam parade Gay Pride di Yerussalem tiga hari yang lalu, demikian dilaporkan seorang polisi Israel sebagaimana dikutip Reuters.

komunitas gay Israel yang hadir dalam parade anti homofobia

Komunitas gay Israel yang hadir dalam parade anti homofobia

parade gay pride anti homofobia di Israel

parade gay pride anti homofobia di Israel

Siswa SMA yang bernama Shira Banki, 16 tahun, dan enam siswa lainnya terluka dalam sebuah serangan dalam Parade Gay Pride yang diselenggarakan di kota Yerussalem, Israel. Kematiannya disebut-sebut menunjukkan perpecahan sosial yang tajam antara Yahudi Ortodhoks dan Yahudi Sekuler di kota itu.

Tersangka pelaku penikaman segera ditangkap di tempat kejadian, namun begitu, polisi Israel tetap menuai kecaman dari penduduk Yahudi Sekuler dan kaum gay di Israel karena dianggap teledor dengan membebaskan seorang pembunuh dari penjara Israel, beberapa minggu sebelum kejadian. Pelaku sendiri pernah melakukan penikaman serupa kepada tiga orang di tahun 2005.

Mendukung tindakan Shira yang menyuarakan legalnya LGBT,  Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu menyatakan bahwa Shira adalah seorang pemberani karena membela haknya untuk hidup dengan prinsipnya,

“Shira telah tewas karena keberaniannya untuk mendukung prinsip bahwa setiap orang memiliki hak untuk menjalani hidup mereka dengan kehormatan dan dengan keamanan,” ungkap Netanyahu mengekspresikan dukungannya terhadap LGBT.

‘’Kami tidak akan mengizinkan pembunuh mengerikan itu mengacaukan nilai-nilai dasar yang telah dibangun masyarakat Israel,” ungkap Netanyahu dalam belasungkawanya terhadap keluarga korban.

“Kami menolak upaya-upaya menjijikkan yang ingin menyebarluaskan kebencian dan kekerasan diantara kami, dan kami akan segera membawa sang pembunuh ke pengadilan,” tambahnya.

Parade tahunan di Yerussalem yang diikuti sekitar 5000 orang pada tahun ini, memang telah menjadi sumber  ketegangan antara masyarakat Yahudi Sekular Israel  yang mayoritas, dan Yahudi ultra Ortodhoks yang minoritas. Minoritas Yahudi ultra Ortodhoks itu sangat menentang  dilegalkannya homoseksualitas.

Acara yang sama, yang mengekspos homoseksualitas, juga berlangsung di Tel Aviv setiap tahunnya. Berbeda dengan di Yerussalem, parade dukungan untuk kaum LGBT itu dapat berlangsung dengan aman di Tel Aviv,  karena para Yahudi sekular memegang peranan penting dalam sejumlah besar bisnis hiburan di kota tersebut.

Penikaman  Shira dan kawan-kawannya dikabarkan telah mengguncang Israel dan menimbulkan kecaman dari seluruh spektrum politik negara itu. Presiden Israel, Reuven Rivlin mengeluarkan sebuah peringatan dalam pernyataannya, “Kita tidak boleh tertipu, kurangnya toleransi akan membawa kita kepada bencana”.

Penegakan Hukum Hanya untuk warga Israel, tidak untuk warga Palestina

Jenazah Bayi Palestina Yang di bakar warga Israel

dukungan untuk bayi Ali yang dibakar Israel

Dukungan untuk bayi Ali yang dibakar Warga Israel

dukunganPernyataan Presiden dan Perdana Menteri Israel dalam membela hak-hak individu warganya dianggap telah menjadi ironi tersendiri karena dikeluarkan di tengah terus berlangsungnya kekerasan Israel dalam merebut dan menginjak hak-hak warga Palestina dengan melakukan berbagai penculikan, penahanan dan pembunuhan tanpa dasar hukum yang jelas. ( Baca Bayi Palestina Dibakar Warga Israel Hingga Tewas )

Peristiwa pembakaran seorang bayi Palestina berusia 18 bulan di desa Duma, selatan Nablus, Palestina, oleh seorang warga Israel pada hari Jum’at (31/7) kemarin, dimana hal itu telah menimbulkan kecaman dari berbagai negara serta masyarakat dunia, pada kenyataannya belum mendapat respon tegas dari pemerintahan Tel Aviv untuk menindak pelaku yang jelas telah melewati semua batas peri kemanusiaan. Netanyahu menutup mata dan hatinya atas peristiwa sadis yang dilakukan oleh warganya. ( Baca Gadis Palestina Yang Dibuat Menangis Markel Berharap Israel Menghilang )

Tindakan pembakaran bayi Ali Dawabsha itu sendiri kemudian menggerakkan netizen untuk memberi dukungan dan menuntut dihukumnya pelaku pembunuhan, dengan hastag #JeSuisBabyAli. (ARN/RM/Reuters/)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: