Jiwa Ikhlas Gus Mus dan Air Mata Saktinya

JAKARTA, Arrahmahnews.com – Di salah satu akun fb ada tulisan mengharukan yang diucapkan oleh pecinta Gus Mus, kami redaktur Arrahmahnews.com sangat trenyuh membaca tulisan keikhlasan ini, mari kita renungi bersama-sama.

Gus Mus Menangis

Yai, di Jakarta akhir Mei 2015 yang lalu, Panjenengan teteskan air mata di hadapan puluhan wartawan asing yang tergabung ke dalam Jakarta Foreign Correspondent (JFC). Panjenengan ungkapkan kepedihan Panjenengan dan kepedihan kami semua seluruh ummat muslim sedunia karena Islam dikoyak-koyak oleh kuku-kuku radikalisme hingga di Barat lahir Islamophobia.

Panjenengan ‘paido’ para wartawan bule itu, sembari Panjenengan berkata, “Kalian sudah beberapa tahun hidup di negeri kami tapi kalian masih saja buta dengan Islam Rahmatan Lil Alamin yang kami praktekkan sejak masa Walisongo. Kalian hanya memberitakan demo-demo anarkhis Kaum Radikal di negeri kami yang hitungannya hanya segelintir dan hanya ada di kota-kota. Turunlah kalian ke kampung-kampung. Mondoklah kalian di pesantren-pesantren Nusantara yang dibimbing oleh para kiyai sejati yang jauh dari gemerlap cahaya pencitraan dan gemerlap hedonisme. Mondoklah kalian seminggu saja. Niscaya kalian rasakan Islam di Nusantara yang Rahmatan Lil ‘Alamin. Lalu setelah itu beritakan ke negara-negara kalian dan ke seluruh penjuru dunia tentang Islam di negeri kami. Biar dunia tahu…”

Kini, Yai Mus, Panjenengan kembali meneteskan airmata bagi mengungkapkan kepedihan Panjenengan dan kepedihan kami atas mereka yang tak lagi menjunjung tatakrama-nahdliyyah di bumi Nahdloh dan Nahdliyyin…

Dan seperti dawuh Bib Umar Al-Muthohhar, “Do kebangeten emang. Gak ada totokromone di kota di mana jasad para pendiri yang muhlisin lillah disemayamkan, di depan para sesepuh yang masih mau ngopeni dg ikhlas NU. Atraksi yang amat memalukan dipertontonkan disaksikan dunia internasional. Jombang oh jombang… dari perut bumimu NU yang iJO berkeMBANG. dan lewat lintasan waktu yang ngrumat dan ngramut anakmu itu iJOne do ngaMBANG. Yak nah beh…”

Yai Mus, ada saja memang yang dengan sangat keji menuduh air mata itu air mata buaya.

Dan saya pun tak hendak membela Panjenengan sebab Panjenengan tidak akan butuh dibela oleh siapapun kecuali oleh Allah.

Saya hanya ingin matur apa yang saya tahu, tanpa berani menganalisanya, apalagi meng-cross nya dengan potongan-potongan berita macam Jonru atau garisini dan garisitu. Yai, kulo nderek Panjenengan! -bersama Rizal Wijaya (ARN/MM/RW)

About Arrahmahnews 26678 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

1 Komentar

  1. Ya gus mus menurut guru saya ya beliau sendiri tdk kenal secara pribadi dg gus mus ada 2 kali berkomenntar terakhir komen beliau pasca muktamar adalah gus mus itulah sekarang pemmimpin sejati yg menguasai hati umat, walaupun beliau menolak rais aam tp sebenarnya beliau lah mmg sebenarnya yg pantas sbg rais aam, beliau jg sungguh ikhlas walaupun itu bg sebagian orang terlihat norak berlebihan tp memang ikhlas itu bk hrs melahirkan simpati dan puji tp sungguh ikhlas itu keika di pandang sbg cacian, cemo’oh, tetap saja itu ikhlas

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.