Duel Obama-Netanyahu Berebut Dukungan Yahudi Amerika

Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu listens as President Barack Obama speaks during their meeting in the Oval Office of the White House in Washington, Wednesday, Oct. 1, 2014. President Barack Obama and Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu met for the first time since a rash of civilian casualties during Israel's summer war with Hamas heightened tensions between two leaders who have long had a prickly relationship. (AP Photo/Pablo Martinez Monsivais)

WASHINGTON DC,  Arrahmahnews.com – Presiden Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu berduel di hadapan masyarakat Yahudi Amerika pada hari Selasa (4/8) lalu, dalam usaha untuk menggalang dukungan pada masing-masing posisi mereka yang bertentangan terkait kesepakatan nuklir Iran.

Duel Obama Netanyahu

Netanyahu berusaha menggalang dukungan dengan siaran langsung melalui webcast dengan lebih dari 10.000 partisipan sebagaimana dikatakan kelompok Yahudi Amerika yang mengorganisir acara tersebut. Perdana Menteri Israel itu mencerca kesepakatan program nuklir Iran yang membebaskan negara itu dari sanksi bernilai milyaran dolar, dan mengatakan bahwa itu adalah ‘kesepakatan buruk’ yang akan membuat Teheran menjadi ‘gudang’ bom.

“Kesepakatan nuklir dengan Iran tidak berarti memblokir jalan Iran dari bom,” katanya,”justru hal itu membuka jalan bagi Iran untuk memiliki bom.”

Netanyahu, salah satu kritikus paling sengit dari kesepakatan nuklir iran itu juga membantah pernyataan Obama bahwa pihaknya adalah penentang keras upaya diplomatik dan lebih menginginkan perang. Ia menyebut bahwa pernyataan “benar-benar bohong,” menurutnya Israel menginginkan perdamaian, bukan perang.

Sedangkan Obama, dalam upayanya mengumpulkan dukungan kaum Yahudi Amerika, menggelar pertemuan khusus dengan para pemimpin Yahudi, yang sebagian mendukung, sebagian masih bingung, dan sebagian lainnya menentang kesepakatan nuklir Iran.

Duel perebutan dukungan antara Obama dan Netanyahu terjadi seiring intensifnya kampanye lobi-lobi di Capitol Hill, dimana para penyusun undang-undang berencana untuk mengadakan pemilihan terkait kesepakatan nuklir Iran pada bulan depan. Pemilihan itu akan menjadi salah satu keputusan keamanan nasional paling signifikan yang akan diambil kongres Amerika.

Gedung putih siap terhadap kemungkinan bahwa anggota parlemen nantinya akan mengambil keputusan melawan hasil kesepakatan, dan karenanya kini pihak gedung putih memfokuskan diri dalam upaya melobi dukungan guna mendapatkan suara yang cukup dari partai Demokrat untuk bisa mempertahankan veto. Hanya satu ruang yang diperlukan di Kongres untuk mempertahankan veto.

John Ernest, jubir Obama pada hari Senin kemarin mengatakan bahwa Gedung Putih percaya diri bahwa pihaknya bisa mempertahankan veto, ‘setidaknya di dalam Gedung Putih sendiri’.

Presiden mendapat dukungan di Senat pada hari Selasa kemarin melalui Senator Barbara Boxer dari California dan Senator Tim Kaine dari Virginia. Kedua anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat  itu  mengumumkan dukungan mereka pada kesepakatan nuklir.

Obama juga berencana untuk memberikan pidato pada hari ini, Rabu (5/8) yang ditujukan untuk mamaparkan pandangannya terhadap kesepakatan nuklir Iran. (ARN/RM/Huffpost)

About Arrahmahnews 30598 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

1 Komentar

  1. Ya itu kenapa amerika selalu membela yahudi , ga ada yg tau kenapa tapi udah banyak yg tau akibatnya .. Buruk

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.