NewsTicker

ISIS Curi Peralatan Medis Mahal Di Irak dan Membunuh 53 Dokter

MOSUL-IRAK, Arrahmahnews.com -  Anggota kelompok teroris takfiri ISIS dilaporkan telah mencuri peralatan medis seharga jutaan dolar, di wilayah Diyala,provinsi timur Irak. Kelompok teror itu terus-menerus menjarah aset-aset publik di wilayah yang mereka kuasai.

ISISJuru bicara Departemen Kesehatan Diyala, Fariz al-Azzawi, mengatakan kepada jaringan televisi berbahasa Arab, Al-Sumeria pada hari Sabtu (9/8), bahwa ISIS telah mencuri berbagai peralatan medis termasuk mesin gambar dan scanners, dari beberapa rumah sakit dan klinik semenjak bulan Juni 2014, dan memindahkan barang-barang tersebut keluar provinsi. (Baca Mantan Intelijen AS Sebut “ISIS” Konspirasi AS di Timur Tengah)

Azzawi memperkirakan harga dari peralatan medis yang dicuri itu kemungkinan mencapai 20 milyar dinar Irak (sekitar 16,6 juta dolar AS).

Ia menambahkan bahwa tim penyelidik dari Departemen Kesehatan provinsi telah mengunjungi fasilitas medis di wilayah-wilayah yang telah dibebaskan dan menemukan situs-situs kesehatan kosong dari peralatan maupun pasokan medis.

Sementara itu, juru bicara Uni Patriotik Kurdistan (PUK) di Mosul, Ghias Surchi, mengatakan bahwa teroris ISIS telah mengeksekusi setidaknya 53 dokter di wilayah-wilayah pertempuran di wilayah utara kota yang terletak 400km (248 mil) dari ibukota Baghdad tersebut.

Laporan ini diperoleh setelah beberapa waktu lalu ISIS dilaporkan telah mengeksekusi 300 pelayan masyarakat di Mosul. Mahmoud Surchi, seorang juru bicara unit mobilisasi Rakyat, mengatakan bahwa para takfiri itu telah mengeksekusi para korban dengan cara menembakkan squad di kamp al-al-Ghazlani pada 7 Agustus lalu. (Baca Kebenaran Dibalik Dua Serangan Turki ke Suriah dan Irak)

Kekerasan mengerikan telah melanda bagian utara dan barat Irak sejak ISIS melancarkan serangannya pada pada bulan Juni 2014, dan mengambil kendali  wilayah-wilayah  Irak tersebut.

Kelompok Takfiri itu telah melakukan kejahatan keji terhadap semua kelompok etnis dan agama di Irak, termasuk Syiah, Sunni, Kurdi, Kristen,  Kurdi Izadi dan lain-lain.

Gabungan tentara dan pejuang relawan berusaha untuk memenangkan kembali wilayah-wilayah militan tersebut melalui beberapa operasi gabungan. (ARN/RM/PTV)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: