HTI Pendukung Khilafah Disemprot Kesbangpol Karena Tak Pasang Bendera

JAKARTA, Arrahmahnews.com – Muhammad Shidiq Al Jawi atau H. Ir. M. Shiddiq al-Jawi, MSI, salah seorang ustadz HTI sekaligus Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam sebuah “fatwanya” mengharamkan upacara bendera dan menjadi pembina upacara. HTI adalah organisasi yang mendukung sistem Khilafah. (Baca Dedengkot HTI Perlu “Ngaji” Ulang Khilafah)

Negara Khilafah yang Tidak Riil, Gus Mus

Menurutnya, upacara bendera yang dilaksanakan saat ini dianggap sebagai sarana untuk menyeru dan menanamkan pada paham nasionalisme yang haram. (Baca NU Minta Ormas yang Sebarkan Khilafah Dibubarkan)

Haram juga hukumnya segala macam jalan atau sarana yang mengantarkan pada perbuatan menyeru kepada ‘ashabiyah, seperti upacara bendera atau menjadi pembina upacara. Sebab upacara bendera yang dilaksanakan di Dunia Islam saat ini, tiada lain adalah sarana atau jalan untuk menyeru dan menanamkan paham nasionalisme”. (Baca “Wajah Angker” Ideologi Wahabi)

Haramnya Nasionalisme bagi ustadz HTI tersebut sama seperti haramnya Zina dan Khamr, sehingga perantara yang mengantarkan pada perbuatan Zina dan meminum Khamar atau semisalnya juga dihukumi haram.

Beberapa waktu yang lalu ada kejadian di salah satu kantor DPD Tingkat II Hizbut Thahrir Indonesia (HTI) Kota Tangerang karena tidak memasang bendara merah putih meski sudah ada surat edaran dari pemerintah, pada akhirnya mendapat teguran keras dari Kesbangpol Kota Tangerang, Banten,

Kasi Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kota Tangerang, Kaonang, di Tangerang, Senin, mengatakan, Pemerintah telah mengeluarkan surat edaran agar masyarakat memasang bendera merah putih hingga 30 Agustus 2015.

Bahkan, pada puncak hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus, DPD HTI Kota Tangerang, tidak juga melakukan pemasangan bendera merah putih, serta adanya laporan dari organisasi masyarakat (ormas).

“Kita mendapat laporan dari ormas Islam dan juga dari organisasi kemahasiswaan kalau HTI belum memasang bendera merah putih. Mereka meragukan nilai-nilai kebangsaan pengikut HTI dan meragukan ideologi yang menolak Pancasila sebagai dasar negara,” kata Kaonang.

Oleh karena itu, usai mengikuti Upacara Kenaikan Bendera Merah Putih di Lapangan Ahmad Yani, Kesbangpol bersama TNI dan unsur Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

Hasilnya, benar saja ketika inspeksi mendadak dilakukan, tidak ada bendera merah putih yang terpasang.

“Kita datang ke sekretariatnya ternyata benar tidak ada. Sedangkan tetangga yang persis di depannya memasang bendera,” jelasnya.

Pihaknya pun telah mengkonfirmasi kepada Ketua DPD tingkat II HTI Kota Tangerang, Abu Miqdad melalui telepon selulernya. Dia meminta HTI memasang bendera merah putih sebelum jam 12 siang.

“Kami dari Kesbangpol Kota Tangerang sangat kecewa DPD HTI tidak memasang bendera merah putih di hari kemerdekaan. Padahal sudah menjadi keharusan bagi kita sebagai anak bangsa menghormati simbol-simbol negara. Kita minta sebelum jam 12 sudah terpasang, kalau tidak kita akan bawa bendera serta bambunya untuk dipasang,” tegasnya.

Namun, Ketua HTI, Abu Miqdad dalam konfirmasinya melalui sambungan selulernya tersebut menyatakan, tidak ada instruksi dari pejabat setempat untuk memasang bendera dan tidak tahu itu kewajiban.

“Ini adalah bicara kesadaran. Orang buta huruf saja pasang. Apalagi HTI yang kadernya pandai dan cerdas, harusnya paham sebagai anak bangsa yang harus pasang bendera merah putih apalagi di sekretariat DPD HTI,” katanya. (ARN/MM/BerbagaiMedia)

About Arrahmahnews 26687 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

1 Komentar

  1. lebih baik yang buta huruf dari pada kelompok HTI, HTI itu buta tuli hatinya alias buta hati, begitulah kaum wahabi salafi. Begitu pak Arrahmah news..!!!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.