News Ticker

Ilmuwan Kembangkan Otak Tiruan Pertama Di Dunia

OHIO, Arrahmahnews.com - Para Ilmuwan telah berhasil menciptakan miniatur otak yang berisi 99 persen gen yang terdapat dalam otak janin. Miniatur yang hampir sempurna ini telah dikembangkan di lab untuk pertama kalinya.

index“Otak tiruan yang hampir sempurna dan berukuran sebesar penghapus pada pensil itu dikembangkan oleh para ilmuwan di Universitas Ohio. Otak tiruan yang dikembangkan di laboratorium dan setara dengan otak janin berusia lima minggu  itu adalah otak tiruan paling sempurna yang pernah diciptakan” demikian dilaporkan The Independent pada Rabu(19/8) kemarin.

Pembuatan tiruan otak ini nantinya diharapkan bisa mempercepat penelitian ilmu saraf dalam kondisi seperti alzheimer dan parkinson.

Otak buatan ini dibuat dari sel kulit manusia dewasa, tetapi metodenya sebagian besar masih dirahasiakan karena proses paten atau hak cipta yang tertunda.

Peneliti utama, Profesor Rene Anand, yang mempresentasikan data ini di sebuah simposium kesehatan militer di Fort Lauderdale, Florida, mengatakan, pihak mereka telah mereproduksi setiap bagian dari otak.

“Tak hanya terlihat seperti otak, ini mencerminkan semua gen yang membantu pembuatan otak dan itu berarti semua hal, mulai dari korteks hingga sumsum tulang belakang, semuanya ada,” ujarnya.

Meski demikian, otak buatan ini tak memiliki kemampuan untuk menjadi sadar dan Profesor Anand mengatakan, karena itulah, masalah etika tak akan muncul.

“Ia tak memiliki masukan sensorik apa pun sehingga sebagian besar merupakan jaringan hidup yang mereplikasi otak. Ketika ada penyebab genetik atau lingkungan, kami bisa menilai bagaimana mereka mengubah migrasi sel, misalnya, atau pembentukan sinapsis atau pembentukan sirkuit,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Jadi, itu memberi kami akses yang luar biasa untuk mengetahui ketika sesuatu berjalan salah, seberapa besar salahnya, dan mungkin suatu hari kami akan mencari cara untuk memperbaikinya.”

Sebelumnya, para ilmuwan menggunakan otak tikus untuk menjelajahi perkembangan pada otak manusia. Walaupun otak tikus memiliki banyak fitur yang sama dengan otak manusia, namun perbedaan dasar kedua jenis otak telah menghambat penelitian di lapangan.

“Kami telah beusaha dalam jangka waktu yang lama untuk menyelesaikan masalah yang kompleks mengenai penyakit otak yang menyebabkan penderitaan serta rasa sakit yang luar biasa. Kekuatan model otak ini menjadi pertanda yang sangat baik bagi kesehatan manusia karena memberikan kita pilihan lebih baik dan lebih banyak yang relevan untuk menguji dan mengembangkan terapi selain pada tikus, “ungkap Anand.

Dengan mengubah sel kulit orang dewasa menjadi sel pluripoten (sel induk dewasa yang dapat diprogram untuk menjadi jaringan dalam tubuh) adalah pengembangan paling cepat dan menjanjikan dalam bidang ilmu pengetahuan. (lm/ptv/Arn)

About ArrahmahNews (16642 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: