NewsTicker

Surat Dukungan dari Ibu Ruyati Darwin, Ibu Korban Mei 98

JAKARTA, Arrahmahnews.com - Pada 22 Agustus 2015 di dinding statusnya seorang netizen pemilik akun facebook Arif Kusnandar menulis: "Jika Dollar tembus 15 ribu. Tanda tragedi 98 akan terjadi, siap-siap berburu babi CINA KEPARAT, sejarah akan berulang lagi. Jangan kecolongan kayak Mei 98. Jaga bandara dan garis pantai, karena Para Cina Keparat akan kabur lewat pintu itu. Warga kampung Pulo, Muara Baru yang dizholimi Cina, jika saat itu datang dan ratakan daerah Pluit daerah kediaman Ahok dan balaskan dendam kesumat kalian. Kita sembelih antek PKI dijalan-jalan". (Baca Surat Dukungan dari Ibu Ruyati Darwin, ibu korban Mei 98)

Akun FB Arif Kusnandar

Merinding saya membaca status itu. Lalu menjadi geram dan marah. Dengan enteng, Arif Kusnandar ini mengajak orang untuk memburu orang Cina untuk naiknya kurs dolar atas rupiah.

Memang siapa yang bisa mengatur harga dolar dan kenapa kemarahan yang ditujukan kepada naiknya kurs dolar dan kejadian di Kampung Pulo diarahkan menjadi kebencian rasial. Juga, tidakkah kita belajar, bahwa Tragedi Mei 98 telah melukai kita semua, bangsa Indonesia? Saya dan sejumlah banyak lagi ibu-ibu bahkan harus kehilangan anak yang kami kasihi.

Arif Kusnandar ini tidak sendiri. Di media sosial, rupanya banyak yang senang mengumbar hasutan untuk membantai orang lain hanya karena berbeda suku, agama, dan terutama ras. Belum lagi mengkait-kaitkannya dengan sentimen PKI yang sudah usang. Apa dasarnya menuduh PKI hanya karena warna kulit dan bahasa yang berbeda?

Seharusnya pemerintah bisa bertindak tegas. Kan sudah ada aturan hukum yang melindungi negara ini dari diskriminasi rasial. Juga, ada tanggung jawab pemerintah untuk menjamin kejadian seperti Mei 1998 tidak akan terulang lagi di masa depan. Maka setidaknya, lakukanlah langkah konkrit dengan menangani penyebaran kebencian rasial, diskriminasi, dan radikalisasi di internet ini. Jangan diam seribu bahasa.

Negara harus hadir memberikan perlindungan bagi setiap warga negara. Bukan hanya bagi segelintir orang yang dengan gampang menghasut orang untuk menyembelih warga lain seperti hewan.

Untuk memastikan kejadian demikian tidak terulang, saya dan sejumlah kawan membuat petisi ini dan merasa perlu mendapat dukungan dari masyarakat untuk memastikan jangan ada lagi Arif Kusnandar-Arif Kusnandar lain yang bermaksud menyakiti siapapun, atas dasar kebencian rasial, di negeri yang saya cintai ini. (ARN/Change.org/MM)

Ibu Ruyati Darwin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: