News Ticker

Perdagangan Asean Gunakan Yuan, Dolar Semakin Terpuruk

JAKARTA, Arrahmahnews.com - Pertemuan Menteri-menteri Ekonomi ASEAN 2015 semakin mematangkan langkah menuju integrasi ekonomi perdagangan barang, jasa, dan investasi masyarakat ekonomi ASEAN. Pertemuan juga memberi tempat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah berperan meningkatkan perekonomian ASEAN.

Asean Trading

Pertemuan Menteri-menteri Ekonomi ASEAN (AEM) 2015 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, sudah berakhir kemarin. Pertemuan itu juga memperkuat posisi tawar ASEAN terhadap dunia.

Menteri Perdagangan Internasional dan Perindustrian Malaysia sekaligus Ketua AEM Mustapa Mohamed mengatakan, ASEAN akan merealisasikan perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN pada awal 2016. Dengan demikian, perdagangan intra ASEAN akan semakin kuat di tengah tantangan pelemahan ekonomi global.

“Setiap anggota ASEAN diharapkan mampu membawa ASEAN menjadi pasar tunggal dan basis produksi. Kita sebagai satu regional menghadapi tantangan ekonomi bersama. Sudah saatnya kita bekerja sama secara lebih dekat lagi,” kata Mustapa dari Kuala Lumpur.

Dan Asean bakal meninjau ulang kesepakatan perdagangan bebas dengan China, Jepang dan Korea Selatan karena ingin meningkatkan kemitraan dengan tiga negara tersebut di tengah ketidak pastian perekonomian global, tulis The Star, Selasa (25/8/2015). (Baca Yuan China Tumbangkan Hegemoni Dolar AS)

Mustapa Mohamed, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Internasional Malaysia, mengatakan kesepakatan perdagangan bebas (FTA) dengan tiga negara tersebut kemungkinan akan diperbaharui demi meningkatkan pertumbuhan perdagangan Asean dengan China, Jepang dan Korsel. Malaysia akan menggunakan mata uang Yuan dalam transaksi dagang dengan China. (Baca Dolar Bencana Ekonomi Global Bukan Lokal)

“FTA yang diperbaharui itu bakal komprehensif meliputi berbagai bidang, termasuk perdagangan barang, jasa serta investasi,” ujar Mustapa usai memimpin rapat konsultasi para Menteri Perekonomian Asean dengan Jepang, China dan Korea Selatan yang digelar terpisah.

Tahun lalu, total perdagangan Asean dan China mencapai US$ 366,5 miliar, sementara Asean dengan Jepang dan Korsel tercatat US$ 229 miliar dan US$ 79,8 miliar. (Baca Dolar Naik Bukan Salah Jokowi Tapi Salah Obama dan Tukang Fitnah)

Tahun ini, kata Mustapa, sangat menantang bagi perekonomian Asean terkait ketidak pastian pasar dan mata uang yang membuat perdagangan dengan sejumlah negara termasuk China, melembek. Namun perdagangan Asean dengan tiga negara Asia Timur itu, kata Mustapa lagi, tetap positif. Perdagangan Asean-China usai pembaruan FTA akan mencapai target US$1 triliun dengan China dan US$ 200 miliar dengan Korsel. (Baca Saatnya Akhiri Hegemoni Dolar)

“Untuk mencapai target tersebut, sejumlah peraturan, terutama pelonggaran tarif bea masuk akan diperlonggar,” tambah Mustapa. “Kami semua bertekad mencapai kemajuan antara sekarang dan November, ketika para pemimpin ASEAN bertemu pada KTT Asean,” ujar Menteri Perindustrian dan Perdagangan internasional Malaysia ini.

Malaysia akan menggunakan mata uang yuan dalam transaksi dagang dengan China dan berharap negara-ngara Asean lain mengikuti langkah Malaysia sepanjang urusan dagang dengan China. (ARN/MM/BerbagaiMedia)

About ArrahmahNews (16644 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: