Amerika

Ide Tak Manusiawi Akademisi AS: Amerika Harus Hancurkan Tempat Suci Islam

NEW YORK, Arrahmahnews.com – Seorang Akademisi dari Akademi Militer AS (USMA) di West Point mengatakan bahwa Amerika Serikat harus menargetkan “tempat-tempat suci agama Islam” dan mengkritik perang anti-teror Washington.

Akademisi AS

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan Jurnal Hukum Keamanan Nasional, William Bradford, seorang asisiten profesor di fakultas hukum USMA, menulis bahwa tempat-tempat suci agama Islam adalah  bagian dari perang melawan Islam Radikal, hal ini dilaporkan the Guardian pada hari Sabtu (29/8) lalu. (Baca Dahlan Iskan Berbicara Peta Baru Amerika dan Timur Tengah)

Ia bersikeras bahwa perang ini harus dikobarkan, “bahkan jika hal itu berarti kehancuran besar, kerugian luar biasa untuk musuh, dan kerusakan yang merugikan warga sipil.” (Baca Kesamaan Wahabi, Zionis, ISIS Suka Hancurkan Situs Sejarah Islam)

Bradford juga mengkritik habis-habisan perang anti teror AS sebagai “pengkhianat” ada pada kolom kelima dari jurnal itu.

Ia menyeru dan mendesak kepada pasukan militer AS untuk juga menargetkan fasilitas sekolah agama, rumah-rumah ulama dan outlet-outlet media dimana mereka melakukan wawancara” walaupun tempat-tempat tersebut merupakan wilayah sipil namun menyediakan tempat bagi  penyebarluasan hasutan kriminal Islam.

Jurnal Hukum Keamanan Nasional telah mengekspresikan penyesalan mereka karena menerbitkan artikel yang keterlaluan tersebut.

Majalah yang dijalankan oleh para mahasiswa Sekolah Hukum George Mason dalam publikasinya itu juga telah meminta maaf karena telah menerbitkan artikel semacam itu, dan menyebut hal itu sebagai sebuah “kesalahan” dan merupakan “sebuah pelanggaran mengerikan terhadap kesopanan seorang profesional” yang seharusnya tidak boleh diterbitkan.

Bradford juga dihujat habis-habisan karena kebohongan mengenai gelar akademisnya dalam artikel tersebut.

Seorang wakil dari Universitas Pertahanan Nasional (NDU) menolak klaim Bradford bahwa dirinya adalah seorang  “profesor hukum, keamanan dan strategi nasional” di sana, ia menambahkan bahwa Bradford hanyalah seorang kontraktor di lembaga tersebut dan tidak pernah menjadi “seorang karyawan NDU apalagi seorang profesor di NDU. “

Akademisi ini ternyata juga pernah dipaksa untuk pensiun dari pekerjaannya di Universitas Hukum Indiana di tahun 2005 ketika catatan militernya menunjukkan bahwa ia sudah terlalu berlebihan dalam menjalankan tugasnya. (ARN/RM/PTV)

1 Comment

You must be logged in to post a comment Login

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Arrahmahnews Media Terpercaya

Statistik Blog

  • 56.040.545 hit

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 7.551 pelanggan lain

Copyright © 2021 Arrahmahnews All Rights Reserved

To Top
%d blogger menyukai ini: