1 Orang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter Militer Amerika

CALIFORNIA, Arrahmahnews.com Pejabat militer AS mengungkapkan bahwa seorang marinir AS tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka, ketika helikopter mereka saat pelatihan di Camp Lejeune yang berbasis di Carolina Utara, berusaha untuk melakukan “pendaratan keras”.

Camp Lejeune

Korps Marinir itu tidak memberikan penjelasan dengan jelas mengenai apa penyebab kecelakaan yang terjadi pada hari Rabu (2/9) kemarin, yang melibatkan helikopter CH-53E itu.

Seorang marinir kemudian diumumkan meninggal dunia di rumah sakit Angkatan Laut di kamp Lejeune.

“Prioritas Perintah pada saat ini adalah untuk melakukan kontak dengan keluarga  terdekat dari para  Marinir tersebut secepat mungkin untuk memberi-tahukan kepada mereka mengenai kondisi orang yang mereka cintai,” ungkap juru bicara Kapten Kendra Motz dalam sebuah pernyataan.

Pendaratan keras (Inggris: hard landing) adalah istilah dalam dunia penerbangan untuk menyebutkan tipe cara mendaratkan pesawat yang sedikit ditekan (dihentakkan) ke landasan yang bertujuan agar tread (kembang) ban pesawat dapat mencengkram landasan. Prosedur ini merupakan standar dalam dunia penerbangan untuk mencegah pesawat mengalami terpeleset bila terjadi landasan basah setelah hujan.

11 marinir yang menjadi korban dari kecelakaan tersebut  juga dilarikan ke rumah sakit. Sembilan telah dipulangkan dan dua lainnya masih dirawat namun dalam kondisi yang stabil.

Di tahun 2015 ini kerap terjadi berbagai kecelakaan pesawat dalam berbagai pelatihan militer yang diadakan Angkatan Udara AS,

Pada bulan Maret, tujuh Marinir dan empat awak pesawat dari Garda Nasional Louisiana tewas setelah helikopter Black Hawk mereka jatuh dalam latihan malam hari di Florida.

Pada bulan Mei, seorang Marinir tewas dan 21 orang lain dilarikan ke rumah sakit setelah pesawat Osprey MV-22 mereka melakukan pendaratan keras selama pelatihan di Hawaii.

Kamp Lejeune sendiri adalah basis utama Korps Marinir AS di Pantai Timur. Insiden yang terjadi itu, saat ini masih dalam proses penyelidikan dan masih belum ada laporan lebih lanjut. (ARN/RM/AhramOnline)

About Arrahmahnews 26656 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.