NewsTicker

PBB : Kekuatan Asing Sponsori Konflik Suriah dan Terorisme

DAMASKUS, Arrahmahnews.com - Suriah terperangkap dalam sebuah konflik yang  yang sebagian besarnya didorong oleh keterlibatan kekuatan-kekuatan asing yang menjalankan “kepentingan geostrategis mereka.”  Hal ini diungkapkan pihak PBB dalam sebuah laporan yang mengkritik kegagalan masyarakat Internasional untuk melindungi para pencari suaka yang melarikan diri dari berbagai kekerasan yang menghancurkan negara Arab tersebut. (Baca Putin : Pengungsi Suriah Lari Karena Kekejaman ISIS Bukan Bashar Assad)

Potret Krisis di Suriah

“Perang (di Suriah) dipicu oleh kekuatan-kekuatan Internasional dan regional, umumnya  sejalan dengan kepentingan geostrategis mereka,” Komisi PBB untuk Penyelidikan di Suriah mengatakan dalam akhir laporannya yang dipublikasikan pada hari Kamis (3/9) kemarin. (Baca Kronologi Tenggelamnya Dua Bocah Lucu Suriah ‘Aylan dan Galip’)

Laporan PBB ini didasarkan pada 355 wawancara serta catatan medis, foto dan citra satelit, pembunuhan yang didokumentasikan, pemerkosaan dan penculikan serta berbagai kejahatan lain yang dilakukan di Suriah antara bulan Januari dan Juli 2015.

Dokumen tersebut memperingatkan bahwa  kelompok teroris takfiri, Daesh (ISIS,) telah memperluas kampanye terornya di bagian tengah dan selatan Suriah adalah penyebab utama hilangnya perdamaian dan meluasnya berbagai kekejaman di Suriah. (Baca Menlu Rusia: Klaim Barat Tak Bisa Gugurkan Pemerintahan Sah Bashar Assad)

Laporan itu juga mengekspresikan keprihatinan mengenai  “eksaserbasi mengkhawatirkan dalam perpecahan sektarian, yang dihasut oleh intervensi milisi dan elemen ekstremis asing.

Komisi Penyelidikan PBB yang diketuai Paulo Pinheiro itu kemudian menyeru kepada masyarakat Internasional untuk lebih banyak lagi mengizinkan para pengungsi Suriah berlindung di negara mereka, dan menekankan bahwa pengabaian terhadap warga Suriah selama ini telah menyebabkan krisis pengungsi di Eropa.

Panel tersebut meminta agara pemukiman untuk para pengungsi diperluas, izin kemanusiaan, kebijakan visa yang fleksibel, reunifikasi keluarga, atau skema akademik dan sponsor, dipermudah.”

Konflik yang disponsori asing di Suriah yang berkobar pada bulan Maret 2011, dilaporkan telah menewaskan lebih dari 240.000 nyawa. Lebih dari 2000 warga Suriah telah tewas di lautan saat melakukan perjalanan ke Eropa dalam waktu empat tahun ini.

Pemerintah Suriah telah berkali-kali menyeru kepada negara-negara yang mendukung dan mendanai para teroris, terutama Arab Saudi, Qatar,Turki, Amerika agar menghentikan praktek-praktek permusuhan mereka terhadap bangsa Suriah.

PBB mengatakan praktek militansi dan terorisme itu telah membuat 7,2 juta warga Suriah terpaksa mengungsi di dalam negerinya sendiri, dan membuat 4 juta lainnya mengungsi ke negara-negara tetangga termasuk ke Yordania dan Lebanon. (ARN/RM/PTV)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: