News Ticker

Yaman Keluarkan Ultimatum 3 Hari Pada Saudi Untuk Tinggalkan Yaman

SANA’A, Arrahmahnews.com - Seorang komandan senior di Yaman pada hari Sabtu(5/9) kemarin, menyatakan bahwa pasukan Yaman dan pasukan Rakyat telah memberi ultimatum kepada para agresor pimpinan Saudi untuk segera mundur dari wilayah pendudukannya di Yaman dalam waktu 72 jam. (Baca Operasi di Ma’rib Menunjukkan Kekuatan dan Kualitas Tentara Yaman)

13940319000739_PhotoI“Arab Saudi dan sekutunya memiliki waktu tiga hari untuk meninggalkan Yaman, jika tidak, maka mereka akan menghadapi operasi militer berskala besar dalam hari-hari mendatang,” ungkap komandan tinggi militer Yaman kepada FNA.

Komandan Yaman tersebut dalam pernyataannya memuji operasi unik dari pasukan unit rudal di wilayah al-Safer yang merenggut nyawa setidaknya 45 tentara UEA, lebih dari 16 tentara Saudi dan 5 tentara Bahrain. (Baca Jum’at Membara, Pasukan Yaman Hancurkan Pusat Kekuatan Militer Saudi dengan Rudal Toska : Video)

Ia mencatat bahwa UEA telah mengirimkan tentara bayaran dari Sudan dan provinsi Senegal ke Yaman Utara, dan mengatakan, "Uni Emirat bersikeras untuk melanjutkan pendudukan Yaman dan mereka akan melihat hasil dari keputusan itu."

Sementara itu, sumber dari suku Yaman mengatakan kepada sebuah stasiun TV yang dikelola negara, bahwa telah ditemukan 103 jasad parajurit asing di sebuah bandara militer, provinsi Yaman Pusat, Ma’rib, di mana wilayah itu menjadi target serangan roket oleh pasukan tentara Yaman dan komite koalisi rakyat.

Sumber yang tak mau disebutkan namanya tersebut mengatakan bahwa otoritas terkait telah mengidentifikasi 45 warga Uni Emirat dan juga 5 warga negara Bahrain yang ada di antara jasad-jasad yang ditemukan di bandara al-Safer tersebut. Dilaporkan jaringan televisi satelit berbahasa Arab, al-Masirah, jasad-jasad lain yang tersisa adalah milik individu yang berasal dari negara-negara Arab lainnya.

Ia kemudian melanjutkan bahwa setidaknya 70 orang, yang kebanyakannya adalah prajurit Emirat, juga mengalami luka-luka pada insiden Jum’at sore tersebut. Beberapa diantara mereka mengalami kondisi krisis.

Sumber tersebut menyatakan bahwa 40 kendaraan lapis baja dan truk militer hancur dalam serangan. Tiga helikopter tempur Apache juga habis terbakar dalam peristiwa tersebut.

Saudi telah menyerang Yaman selama 164 hari terhitung Sabtu(5/9) kemarin, demi untuk mengembalikan mantan presiden yang kini buron, Mansour Hadi ke tampuk kekuasaan. Agresi Saudi dan koalisinya atas Yaman sejauh ini telah menyebabkan tewasnya 5.653 masyarakat Yaman yang sebagian besarnya adalah wanita dan anak-anak. Meski Riyadh mengklaim bahwa pihaknya membombardir posisi pejuang Ansharullah, pada kenyataannya jet-jet tempur Saudi justru menyasar pemukiman penduduk dan infrastruktur sipil termasuk yang baru saja terjadi, yaitu menyasar sebuah panti asuhan. (ARN/FNA/RM)

About ArrahmahNews (13397 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: