News Ticker

Vokalis U2 Bono ; Mereka Pengungsi, Bukan Imigran, Bantulah Mereka

MILAN, Arrahmahnews.com - Vokalis U2, Bono, dalam pernyataannnya kepada khalayak ramai di Expo 2015 yang berlangsung di Milan, mengatakan bahwa mereka yang menyeberang dan menempuh segala resiko demi menyelamatkan jiwanya, dari negara-negara Arab ke Eropa bukanlah imigran, melainkan murni pengungsi. (Baca Aylan dan Galip Kurdi, Bongkar Krisis Pengungsi Yang Tak Sanggup Ditutupi Media Barat)

Help US

“Para pengungsi itu tidak dan disebut imigran. Imigran adalah kata politik. Status sebenarnya dari orang-orang ini adalah murni pengungsi, mereka melarikan diri dari perang dan ancaman keselamatan” ungkap Bono.  (Baca Putin : Pengungsi Suriah Lari Karena Kekejaman ISIS Bukan Bashar Assad)

“Mereka menyukai tempat tinggalnya, mereka tidak ingin meninggalkan rumahnya hanya karena ingin tinggal di Italia, atau Irlandia, mereka terpaksa meninggalkan rumah-rumahnya, karena kondisi yang tak lagi memungkinkan.

”Orang-orang itu mencari suaka tidak untuk alasan lain selain dari alasan keselamatan,” tambah pria Irlandia itu dalam event yang membahas kelaparan global.

Bono dikenal dengan berbagai gerakan kemanusiaannya di seluruh dunia. Saat ini ia tengah berada di Milan Expo 2015 sebagai pembicara dalam sebuah konferensi yang fokus terhadap penanganan kelaparan dunia dengan dukungan World Food Programme yang mengusung tema, Feeding the Planet، Energy for Life.

Acara ini juga dihadiri oleh Perdana Menteri Italia Matteo Renzi. Sebelumnya, vokalis U2 ini juga melakukan tribute bagi bocah Suriah, yang terdampar di pantai setelah meninggalkan negaranya dalam konser U2.

Musisi itu mengubah lirik di lagu hits kebanggaannya Pride (In the Name of Love) untuk menyorot krisis pengungsi yang melanda dunia.

Sewaktu ia menyanyikan “One boy washed up an empty beach (Seorang anak terdampar di pantai yang kosong)”. Dimunculkan gambar Aylan Kurdi yang telah tewas dan terdampar di pantai dalam kondisi tertelungkup, yang membuat hal itu menjadi perbincangan seluruh dunia. (Baca Kronologi Tenggelamnya Dua Bocah Lucu Suriah ‘Aylan dan Galip’)

Jasad Malaikat kecil Suriah Aylan Kurid dit Tepi Pantai

Selain itu, berbagai gambar para pengungsi juga diperlihatkan di layar besar dalam konser yang digelar di Pala Alpitor, Turin, Italia, pada hari Jum’at malam lalu, grup band tersebut menggebrak Eropa melalui konsernya.

“Saya tidak tahu apa jawaban untuk krisis pengungsi di Eropa dan Afrika, namun saya tahu bahwa kita harus bekerja sama untuk menemukan jawabannya,” Bono juga mengutip ucapan Nelson Mandela, “Seperti kata Nelson Mandela, segalanya tidak mungkin sampai kita melakukannya. Apa yang kalian inginkan, Eropa dengan hati dan perbatasan yang tertutup atau Eropa dengan hati yang terbuka?” katanya.

Ia juga menyeru kepada ‘para pemimpin Eropa’ dengan memperingatkan,’Kita tidak tahu jawaban untik krisis pengungsi di Eropa dan Afrika, tapi kita tahu jika kita tidak menyelesaikannya, maka Eropa yang merupakan sebuah harapan, tak kan lagi indah”. “Jadi kita harus menemukan jawabannya, tak perduli apapun itu”, tegasnya. (ARN/RM/TheGuardian/Metro.co.uk)

About ArrahmahNews (15781 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Perancis “Serang ISIS” di Suriah. Mengapa Italia dan Spanyol Tak Mau Gabung ? | VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: