NewsTicker

PBB Kecam Pengerahan Pasukan Qatar ke Yaman

YAMAN, Arrahmahnews.com - Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB menyatakan keprihatinannya atas sejumlah pasukan yang dikerahkan Qatar ke Yaman, Ban Ki-moon menegaskan perlunya solusi politik untuk krisis di Yaman dan mengakhiri perang.

Serangan_Saudi_Di_YamanAl-Alam News Network pada Rabu (10/9), melaporkan juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric mengatakan bahwa Ban Ki-moon menekankan Yaman butuh solusi damai untuk mengatasi krisis, bukan dengan mengirim pasukan dalam jumlah besar dan ia meminta semua pihak yang memiliki senjata untuk berhenti menggunakan senjata.

Juru bicara PBB mengatakan Ban Ki-moon mengecam Qatar karena telah mengirim ribuan pasukan ke Yaman untuk berpartisipasi dalam invasi koalisi yang dipimpin Arab Saudi. Ia juga menegaskan bahwa solusi krisis Yaman bukan dengan mengirim pasukan ke Yaman, tapi krisis ini harus diselesaikan dengan cara-cara damai.

Stephane Dujarric juga mengatakan, Ban meminta semua pihak untuk meletakkan senjata dan kembali ke meja perundingan untuk mencapai solusi politik sebagai satu-satunya solusi krisis Yaman.

Dia juga mengatakan bahwa utusan PBB untuk Yaman, Ismail Ould Sheikh Ahmed sekarang sedang berada di Jeddah, Arab Saudi, ia sedang melanjutkan konsultasi kepada semua pihak yang bertikai untuk mencapai solusi politik.

Sementara itu, Stephane Dujarric dalam menanggapi kesiapan Sudan untuk mengirim pasukan ke Yaman, dan berpartisipasi dengan pasukan koalisi dalam menginvansi Yaman, mengatakan saya masih tidak tahu kebenaran berita ini, dan seperti yang saya katakan bahwa solusi krisis Yaman bukan dengan pengerahan pasukan.

Arab Saudi Arab bersama 9 negara Arab kecuali Oman, dengan dukungan Amerika, memulai agresi udara dan laut terhadap wilayah Yaman sejak 26 Maret lalu.

Pada akhirnya, korban dari serangan brutal koalisi pimpinan Saudi adalah perempuan dan anak-anak. Lebih dari 5000 warga sipil Yaman tewas dalam serangan udara Saudi berdasarkan data yang dikeluarkan pemerintah Yaman. Sementara 80 persen infrastruktur negara itu hancur, dan sejumlah rumah sakit lumpuh atau tidak dapat beroperasi karena ketiadaan obat-obatan dan peralatan medis.  [alalam/Arn]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: