arrahmahnews

Benarkah Berita kompensasi Korban Crane dari Media Arab bukan Resmi dari Pemerintahan Saudi ?

JAKARTA, Arrahmahnews.com – Ketua Komisi VIII DPR-RI Saleh P Daulay meminta pemerintah Arab Saudi bertanggung jawab atas musibah crane jatuh di Masjidil Haram, Mekkah, yang telah menyebabkan ratusan orang meninggal dan cidera, termasuk 11 jamaah Indonesia yang meninggal dunia serta 42 lainnya luka berat dan ringan. Musibah, menurut anggota Dewan ini, tak lepas dari kebijakan pemerintah setempat. (Baca Saudi Salahkan ‘Tuhan’ dalam Tragedi Crane Jatuh di Masjidil Haram)

Saudi Press Agency

“Kami melihat musibah tersebut tidak lepas dari kebijakan pemerintah Arab Saudi dalam hal ini Otoritas di Masjidil Haram,” katanya pada jumpa pers bersama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Mekkah, Rabu malam (16/9). (Baca Al Saud Tidak Becus Urus Masjidil Haram)

Diakuinya telah beredar informasi bahwa pemerintah Arab Saudi akan memberikan semacam santunan atau hadiah dari Raja Arab Saudi kepada korban. Namun informasi tersebut, kata dia, masih perlu diverifikasi kebenarannya. Apalagi, sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia. (Baca Jonru Wahabi, Kader PKS Bela Saudi Salahkan Jokowi Atas Tragedi Runtuhnya Crane di Masjidil Haram)

“Saya setuju dengan Kementerian Agama, jangan mengumumkan sesuatu yang belum pasti,” katanya. Namun ia mendesak pemerintah secepatnya mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut kepada otoritas di Arab Saudi. (Baca Antara : Menag harap Saudi Arabia realisasikan santunan untuk korban crane)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan senada. Meskipun Kantor Berita Saudi Pers Agency, telah memberitakan mengenai santunan dari Kerajaan, namun pihaknya belum mendapat kabar resmi terkait hal itu.

“Pemerintah amat sangat mengharapkan hal itu (santunan) bisa segera direalisasikan, sehingga ada kepastian adanya santunan tersebut sebagai kompensasi untuk para kepada korban meninggal dan luka-luka,” katanya. (Baca Mufti Mekkah; Kenapa Crane Yang Lain Tidak Ikut Jatuh?)

Ia meminta, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama agar terus berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi terkait pertanggungjawaban itu, terutama menyangkut jamaaah Indonesia. Pada peristiwa crane roboh di Masjidil Haram, Mekkah, Jumat sore (11/9) sekitar 111 jamaah meninggal diantaranya 11 dari Indonesia, dan lebih dari 300 jamaah mengalami cidera, diantaranya 42 orang berasal dari Indonesia.

Terkait dengan musibah tersebut sejumlah media di Arab Saudi memberitakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan memberikan bantuan kepada korban meninggal dan cacat seumur hidup dalam musibah crane roboh di Masjidil Haram tersebut sebesar satu juta riyal atau sekitar Rp3,8 miliar. Selain itu, Pemerintah Arab Saudi juga akan memberikan bantuan sebesar 500 ribu riyal atau sekitar Rp1,9 miliar kepada setiap korban yang terluka. (Baca Konsorsium Putra Mahkota Saudi Bertanggung Jawab Atas Kecelakaan di Masjidil Haram)

Bantuan lainnya adalah menghajikan dua orang dari keluarga korban yang meninggal sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji 1436H atau tahun 2016 M, serta memberikan visa kunjungan khusus kepada keluarga korban yang masih menetap di rumah sakit selama periode yang tersisa dari musim haji tahun ini. (ARN/MM/Antara/jabar.metrotvnews)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: