News Ticker

Pemimpin Kashmir Serukan Masyarakat Muslim Tunjukkan Solidaritas Saat Idul Adha

JAMMU-KASHMIR, Arrahmahnews.com - Dalam rangka untuk mengurangi ketegangan yang muncul menjelang Idul Adha terkait pelarangan daging sapi, Ketua Konferensi Hurriyat, Sayyed Ali Geelani pada hari Rabu (23/9) meminta masyarakat muslim Kashmir untuk tidak melakukan hal-hal yang mungkin bisa melukai sentimen keagamaan masyarakat lain di Jammu dan Kashmir.

Syed-Ali-Shah-Geelani-news"Allah telah menyatakan daging hewan sapi halal bagi kita. Siapa pun tidak dapat menjadikannya sesuatu yang haram, juga tidak bisa menghentikan kita dari mengkonsumsi hal itu. Namun pada saat menjelang Idul Adha ini, kita harus menjunjung tinggi sunnah Nabi Ibrahim (AS), tapi jangan sampai kita terlibat dalam kegiatan apapun yang bisa melukai sentimen keagamaan masyarakat manapun, " ungkap Geelani dalam sebuah pernyataan kepada KNS. (Baca Islam Ramah, Bukan Islam Horor)

Dalam kemunculannya di hadapan rakyat, pemimpin senior gerilyawan separatis itu mengatakan bahwa pada malam Idul Adha, umat Islam harus menjunjung tinggi kesucian agama dan tidak merusak aspirasi dan sentimen dari komunitas agama lain.

Beliau mengungkapkan keprihatinan atas laporan tentang memanasnya ketegangan antara ummat Hindu dan Muslim di wilayah Jammu setelah perintah pengadilan melarang daging sapi, Geelani mengatakan beberapa elemen fanatik telah memprovokasi masyarakat beragama di Jammu dan Kashmir.

“Kami meminta kepada saudara Hindu kami agar tidak menjadi mangsa agenda kriminalitas RSS dan seharusnya tidak membiarkan siapapun untuk menimbulkan perpecahan agama,” kata Geelani, menambahkan bahwa umat Islam tidak mengorbankan hewan sapi sebagai ajang pembalasan untuk komunitas manapun.

Geelani mengimbau rakyat yang mencintai kebebasan agar tidak menyakiti sentimen keagamaan masyarakat manapun dan makna pengorbanan sebagai pelatihan pensucian diri harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak membuat masyarakat lain bersedih hati atau tersakiti. (Baca Harga Mahal Toleransi)

Sebelumnya, Muslim di daerah Kashmir India dikabarkan telah menyerukan aksi mogok. Pasalnya, Pengadilan tinggi India memerintahkan polisi menerapkan larangan perdagangan daging sapi di provinsi berpenduduk mayoritas Muslim tersebut.

Dalam kasus larangan perdagangan daging sapi, Pengadilan Tinggi India menggunakan undang-undang yang berasal dari era kolonial.

Hakim mendukung petisi yang mengusulkan larangan penyembelihan sapi, binatang yang disucikan oleh para pemeluk Hindu. Namun tidak demikian bagi umat Islam. (Baca Analis : Bisnis Sapi PKS Menggurita)

Sejak partai Hindu nasionalis BJP berkuasa di India tahun lalu, diberlakukan peraturan yang memperketat penyembelihan hewan ternak yang menyulitkan kaum Muslim Kashmir. (ARN/RM/GreaterKashmir)

About ArrahmahNews (14608 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Bentrok di Kashmir Setelah Sholat Id Akibat Pelarangan Penyembelihan Sapi | SalafyNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: